Radarbangkalan.id - Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM) akhirnya kembali dibuka untuk publik. Warga Jakarta kini dapat menikmati berbagai wahana serta tayangan video edukatif yang membahas beragam fenomena astronomi di Planetarium Jakarta.
Peresmian pembukaan kembali Planetarium dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Baca Juga: Planetarium Jakarta Bertransformasi Jadi Pusat Edukasi Sains Imersif, Dilengkapi AI
Dalam kesempatan tersebut, Pramono menegaskan komitmennya untuk menuntaskan berbagai program dan proyek yang belum terselesaikan pada masa kepemimpinan gubernur sebelumnya.
"Bapak Ibu Saudara-Saudara sekalian, mungkin salah satu hal yang menjadi prinsip saya di dalam bekerja, saya adalah orang yang selalu ingin menyelesaikan sesuatu yang belum terselesaikan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/12).
Ia mengungkapkan, Planetarium TIM sempat tidak beroperasi selama lebih dari satu dekade. Pramono menyebut, intensitas koordinasi dengan PT Jakarta Propertindo akhirnya membuahkan hasil hingga Planetarium dapat kembali diresmikan.
Baca Juga: Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Natal 2025 dan Seruan Persatuan Bangsa
"Termasuk kemarin saya juga baru sadar, kita setelah hampir 12-13 tahun yang berkaitan dengan Planetarium, enggak pernah dioperasikan.
Karena setiap hari Dirut Jakpro saya kejar-kejar, Alhamdulillah kemarin kita resmikan. Dan bagus banget.
Planetarium ini kan salah satu peninggalannya Bang Ali (eks Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin). 13 tahun enggak pernah diapa-apain," jelas dia.
Dorong Aktivitas dan Fasilitas di Kawasan TIM
Pramono menilai, rampungnya sejumlah proyek di kawasan Taman Ismail Marzuki akan membuka lebih banyak peluang kegiatan di Jakarta. Salah satunya dengan hadirnya Artotel yang kini telah resmi beroperasi di kawasan tersebut.
Baca Juga: Justin Hubner Lamar Jennifer Coppen, Pemain Timnas Indonesia Siap Bangun Masa Depan
"Tempatnya bagus banget. Saya berharap... daripada nanti di Bogor, di mana, udahlah di sini fasilitasnya sekarang ini banyak sekali. Ada 130 kamar lebih, dan hotelnya bagus," ucap Pramono.
Sejarah Panjang Planetarium Jakarta
Planetarium Jakarta memiliki perjalanan panjang sejak pertama kali diprakarsai oleh Presiden Sukarno pada 1964.
Pembangunan Planetarium bertujuan memajukan ilmu astronomi sekaligus membasmi takhayul di masyarakat.
Baca Juga: KPK Dalami Aliran Dana Iklan Bank BJB, Nama Aura Kasih Ikut Disorot
Planetarium kemudian dibangun di kawasan Taman Ismail Marzuki dan resmi beroperasi pada 1 Maret 1969 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin.
Pada masa awal operasionalnya, Planetarium Jakarta menjadi pusat edukasi astronomi pertama di Asia Tenggara dengan pertunjukan simulasi langit dan observasi benda langit untuk umum.
Renovasi dan Aktivasi Kembali Planetarium
Pada 2002, Badan Pengelola Planetarium dan Observatorium Jakarta mengalami perubahan status menjadi Unit Pelaksana Teknis di bawah Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Provinsi DKI Jakarta, sesuai Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 118 Tahun 2002.
Pemprov DKI Jakarta kemudian melakukan renovasi besar Planetarium sebagai bagian dari revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki pada 2019.
Baca Juga: Viral Roti O Tolak Uang Tunai, Penolakan Rupiah Terancam Denda Rp200 Juta
Meski proses renovasi sempat tersendat pada periode 2021–2024, Planetarium akhirnya kembali beroperasi pada Desember 2025.
Kini, Planetarium Jakarta hadir sebagai pusat edukasi sains dan antariksa modern dengan dukungan teknologi terbaru, termasuk kehadiran AI Virtual Host untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi pengunjung.
Baca Juga: Duel Persepam Pamekasan vs Perseba Bangkalan Diwarnai Adu Jotos
Editor : Ubaidillah