News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Apa Itu Super Flu? Dokter IDAI Jelaskan Fakta Sebenarnya

Ubaidillah • Rabu, 31 Desember 2025 | 11:43 WIB
Super Flu Ramai Dibahas, Ini Penjelasan Dokter Soal Influenza H3N2
Super Flu Ramai Dibahas, Ini Penjelasan Dokter Soal Influenza H3N2

RadarBangkalan.id - Sebutan super flu belakangan ramai diperbincangkan dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Penyakit ini disebut-sebut memiliki penularan yang cepat hingga memicu lonjakan kasus di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Viral Curhat Guru ASN Pasuruan soal Jarak 57 Km, Berujung Pemecatan

Namun, dokter spesialis anak subspesialis pulmonologi respirologi sekaligus anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Nastiti Kaswandani, menegaskan bahwa istilah super flu sebenarnya tidak dikenal dalam dunia medis.

Menurut Nastiti, flu yang disebut super flu merupakan influenza tipe A subvarian H3N2 dengan subclade K.

Varian inilah yang diduga berkontribusi terhadap meningkatnya kasus influenza di beberapa negara sehingga memunculkan istilah super flu di masyarakat.

“Kata super flu sempat menimbulkan kepanikan karena istilah ini sebetulnya tidak ada di terminologi medis.

Baca Juga: Laporan Inara Rusli terhadap Insanul Fahmi Dicabut, Ini Penjelasan Polda Metro

Masalahnya, mungkin, salah satu penyebab istilah super flu ini muncul karena penularannya cepat. Satu orang bisa menulari dua sampai tiga orang atau lebih di sekitarnya,” jelas Nastiti.

Cara Penularan dan Gejala Influenza Subclade K

Seperti jenis influenza lainnya, virus ini menular melalui droplet atau percikan ludah saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui sentuhan dengan benda yang terkontaminasi virus.

Salah satu tantangan influenza adalah penularannya bisa terjadi sebelum gejala muncul. Pada orang dewasa, gejala sering kali ringan sehingga tidak disadari telah tertular.

Baca Juga: Dosen UIM AS Akui Lepas Kontrol, Bantah Serobot Antrean Kasir Swalayan

Gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan influenza A lainnya, seperti demam tinggi, menggigil, sakit kepala, hidung tersumbat, dan nyeri tenggorokan.

Meski umumnya ringan, virus ini tetap perlu diwaspadai, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit penyerta, serta individu dengan gangguan imunitas.

Belum Terbukti Lebih Parah

Nastiti menjelaskan bahwa subclade K tergolong varian baru sehingga penelitian masih terus berlangsung.

Baca Juga: Kasus Mayat Mahasiswi ULM Terungkap, Oknum Polisi Bunuh Korban karena Panik

Meski penularannya diduga lebih mudah, tingkat keparahannya belum terbukti lebih tinggi dibandingkan influenza jenis lain.

Varian ini juga tidak dapat dikenali hanya melalui pemeriksaan klinis biasa. “Jadi, kita tidak bisa secara klinis mendeteksi varian ini tanpa melakukan genome sequencing di laboratorium yang canggih,” ujarnya.

Langkah Pencegahan yang Dianjurkan

Upaya pencegahan utama yang disarankan adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Langkah ini meliputi mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan masker saat sakit, menghindari kerumunan, menerapkan etika batuk dan bersin, tidur cukup, serta menjaga asupan gizi dan cairan.

Baca Juga: Dosen Diduga Meludahi Kasir, UIM Jadwalkan Sidang Komisi Disiplin

Jika kondisi tidak kunjung membaik, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Pada anak, tanda bahaya yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, sulit minum, sesak napas, kejang, penurunan kesadaran, hingga sianosis atau kebiruan di sekitar mulut.

Vaksinasi influenza juga dianjurkan sebagai langkah pencegahan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak usia enam bulan hingga lima tahun, ibu hamil, lansia di atas 65 tahun, tenaga kesehatan, serta penderita penyakit kronis. Vaksin influenza dianjurkan diberikan satu kali setiap tahun.

Baca Juga: Viral Dugaan Pengusiran Nenek Elina, Kantor Ormas Madas Didatangi Massa

“Kenapa vaksinasi flu harus diulang setiap tahun? Karena influenza itu jagonya mutasi sehingga setiap tahun (vaksinasi) memang harus diulang.

Setiap tahun, badan influenza dunia mengeluarkan prediksi virus mana yang akan beredar sehingga vaksinnya akan disesuaikan,” tutur Nastiti.

Tips Liburan Aman Bersama Anak

Menjelang libur akhir tahun, orangtua juga diimbau memperhatikan kondisi anak selama bepergian.

Baca Juga: Detik-Detik Kapal Pinisi Tenggelam di Komodo, Nahkoda Ungkap Posisi Pelatih Valencia CF

Anak-anak termasuk kelompok yang rentan tertular penyakit, sehingga orangtua disarankan membawa perlengkapan kesehatan seperti termometer, obat demam, masker, tisu antiseptik, hand sanitizer, serta obat-obatan rutin sesuai anjuran dokter.

“Tidak perlu panik dengan adanya super flu. Tetap lakukan PHBS, imunisasi dilengkapi, nutrisi seimbang, dan istirahat cukup.

Saat liburan, orangtua juga jangan terlalu ambisi dengan itinerary dengan harus mengunjungi banyak tempat. Lihat kondisi anak apakah capek, bisa tidur, dan makan cukup,” kata Nastiti.

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, juga mengingatkan agar orangtua tidak mengabaikan kondisi kesehatan anak saat liburan.

“Sebagai orangtua kita jangan egois. Orangtuanya mau liburan tetapi anaknya sakit tetap dipaksakan ikut.

Itu bisa membuat kondisi anak bertambah fatal. Liburan jangan sampai mengabaikan kebutuhan anak, terutama pada aspek kesehatannya,” ujarnya.

Editor : Ubaidillah
#kesehatan anak #flu sulit sembuh #flu cepat menular #Super Flu #ikatan dokter anak indonesia #penularan influenza pada anak