RadarBangkalan.id - Pasca meninggalnya salah satu pasien super flu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah antisipasi dan pencegahan penularan.
Pencegahan influenza A H3N2 dinilai tidak jauh berbeda dengan upaya pencegahan Covid-19, terutama karena penularannya terjadi melalui droplet.
Baca Juga: Super Flu Masuk Indonesia, Kenali Varian Influenza A H3N2 Subclade K
Kelompok lanjut usia, anak-anak, serta individu dengan penyakit komorbid menjadi golongan yang paling rentan terinfeksi dan mengalami perburukan kondisi.
Imbauan Dokter Terkait Pencegahan Super Flu
Ketua Tim Infeksi Khusus, Penyakit Infeksi Emerging dan Re-Emerging RSUP dr Hasan Sadikin Bandung, dr Yovita Hartantri, menjelaskan bahwa langkah pencegahan paling efektif adalah menerapkan prinsip 5M, sebagaimana yang dilakukan saat pandemi Covid-19.
Baca Juga: Krisis Iran Memuncak, Nilai Rial Tembus 1,1 Juta per Dolar AS
Langkah tersebut meliputi penggunaan masker, mencuci tangan secara rutin, menghindari kerumunan, menjaga kesehatan diri dengan makan teratur, istirahat cukup, serta mengonsumsi vitamin.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi, khususnya vaksin influenza.
“Penggunaan masker kembali dianjurkan dalam kondisi tertentu, terutama bila sedang sakit flu ketika keluar rumah atau berada di tempat umum,” ujar Yovita, Minggu (11 Januari 2026).
Baca Juga: 5 Fakta Pegawai Pajak Jakarta Utara Kena OTT KPK, Dugaan Suap hingga Barang Bukti
Pentingnya Vaksinasi Influenza
Yovita menambahkan, vaksin influenza diketahui efektif memberikan perlindungan terhadap virus H3N2.
Vaksinasi dapat membantu mencegah infeksi, atau setidaknya menurunkan keparahan gejala apabila seseorang tetap terinfeksi.
Masyarakat yang memiliki penyakit komorbid atau termasuk kelompok rentan disarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti demam disertai batuk atau pilek, nyeri menelan, maupun sesak napas.
Baca Juga: Viral MBG Dibagikan Pakai Plastik, SPPG Pandeglang Beri Klarifikasi
“Pesan saya agar masyarakat tidak panik namun tetap waspada. Lebih baik mencegah daripada mengobati, sehingga gunakan masker bila merasa tidak sehat, sering mencuci tangan, dan menjaga kesehatan pribadi. Bila termasuk kelompok rentan, sebaiknya menjalani vaksinasi influenza,” ucapnya.
Satu Pasien Meninggal dari Sepuluh Kasus
Sebelumnya, RSUP dr Hasan Sadikin Bandung mengungkapkan satu orang meninggal dunia dari total sepuluh kasus suspect virus influenza A H3N2 yang dirawat pada periode September hingga November 2025.
Rangkaian kasus tersebut terdiri dari dua kasus pada September 2025, enam kasus pada Oktober 2025, dan dua kasus pada November 2025. Dari sepuluh pasien, dua di antaranya sempat menjalani perawatan intensif.
Baca Juga: Viral Curhat Guru ASN Pasuruan soal Jarak 57 Km, Berujung Pemecatan
Satu pasien yang dirawat di ruang intensif dinyatakan meninggal dunia akibat gagal napas yang dipicu infeksi bakteri berat, dengan kondisi komorbid hipertensi, gagal jantung, dan riwayat stroke.
“Selain infeksi virus influenza A H3N2, pasien juga mengalami infeksi bakteri berat yang mengakibatkan gagal ginjal, gangguan darah, dan gagal napas,” jelas Yovita.
Ia menegaskan bahwa saat ini seluruh pasien telah selesai menjalani perawatan dan tidak ada lagi pasien yang dirawat di RSUP dr Hasan Sadikin akibat kasus tersebut.
Influenza Musiman dan Perubahan Iklim
Yovita menjelaskan bahwa Influenza A H3N2 merupakan infeksi influenza musiman yang kerap muncul akibat perubahan cuaca ekstrem.
Baca Juga: Update Banjir Jakarta Senin 12 Januari 2026, BPBD Catat 57 RT Terendam
Peningkatan kasus biasanya terjadi pada periode Agustus hingga Oktober dan mulai menurun pada November hingga saat ini.
Pihaknya berharap pemerintah daerah dapat terus menginformasikan kepada masyarakat bahwa peningkatan kasus influenza musiman kerap terjadi saat perubahan iklim ekstrem.
Pada kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih menjaga kesehatan dan menerapkan langkah pencegahan guna menekan risiko penularan.
Baca Juga: Buka Suara soal Alasan Doyan Selingkuh, Jule Bongkar Sikap Kasar Daehoon yang Diduga Lakukan KDRT
Editor : Ubaidillah