Radarbangkalan.id - Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Tim Basarnas Makassar bersama ratusan personel SAR langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian di wilayah pegunungan kapur Bantimurung.
Kementerian Perhubungan menyatakan pesawat tersebut masih dalam tahap pencarian. Lokasi target pencarian berada di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, yang juga dijadikan posko SAR gabungan.
Baca Juga: Pendaftaran SIPSS Polri 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Daftar Jurusan Lengkap
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, menjelaskan bahwa pencarian difokuskan di sekitar koordinat terakhir yang terdeteksi sebelum pesawat kehilangan kontak.
Kronologi Hilangnya Kontak Pesawat
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerima laporan awal hilangnya kontak pesawat jenis ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT pada Sabtu (17/1/2026).
Pesawat tersebut dioperasikan oleh Indonesia Air Transport dan memiliki sertifikat operator AOC 034.
Baca Juga: Hasil Piala Asia U-23 2026: Vietnam Singkirkan UEA, Jepang Menang Adu Penalti
Pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 itu terbang dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Pesawat dipimpin oleh Pilot in Command Captain Andy Dahananto.
Pada pukul 04.23 UTC, Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center mengarahkan pesawat untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin.
Namun, pesawat teridentifikasi tidak berada di jalur pendekatan yang seharusnya.
Baca Juga: BPOM Temukan 26 Produk Kosmetik Berbahaya, Mengandung Merkuri hingga Hidrokuinon
ATC kemudian memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk mengoreksi posisi dan kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur.
Setelah penyampaian instruksi terakhir tersebut, komunikasi dengan pesawat terputus.
Baca Juga: Penumpang Diduga Lakukan Aksi Tak Senonoh di Bus Transjakarta, Diserahkan ke Polisi
Menindaklanjuti kondisi itu, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA atau distress phase. AirNav Indonesia segera berkoordinasi dengan Basarnas Pusat serta Polres Maros untuk mendukung upaya pencarian dan pertolongan.
Bandara Sultan Hasanuddin juga menyiapkan crisis center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi, sementara AirNav Indonesia menyiapkan penerbitan NOTAM terkait operasi SAR.
400 Personel SAR Dikerahkan
Sebanyak 400 personel SAR dikerahkan dalam operasi pencarian pesawat ATR IAT yang diduga jatuh di wilayah Kabupaten Maros. Posko SAR gabungan didirikan di Kampung Panaikang, Kecamatan Bantimurung.
Baca Juga: Super Flu Masuk Indonesia, Kenali Varian Influenza A H3N2 Subclade K
Sejumlah instansi terlibat dalam operasi ini, termasuk Basarnas, TNI, Polri, dan relawan. Helikopter milik TNI terpantau beberapa kali terbang rendah di sekitar area pegunungan untuk melakukan pencarian dari udara.
11 Orang di Dalam Pesawat
Pesawat ATR 42-500 tersebut mengangkut total 11 orang, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang.
Baca Juga: Tertipu Rp30 Juta demi Masuk Batik Air, Khairun Nisa Berujung Jadi Pramugari Gadungan
Daftar kru pesawat:
- Captain Andy Dahananto
- First Officer Yudha Mahardika
- Kapten Senior Sukardi
- Flight Operation Officer Hariadi
- EOB Franky D Tanamal
- EOB Junaidi
- Flight Attendant Florencia Lolita
- Flight Attendant Esther Aprilita S
Daftar penumpang:
- Mr. Deden
- Mr. Ferry
- Mr. Yoga
Baca Juga: Super Flu Masuk Indonesia, Kenali Varian Influenza A H3N2 Subclade K
Baca Juga: Oppo Reno15 Series Segera Rilis di Indonesia, Andalkan Fitur AI Motion Photo Popout
Rute Penerbangan Yogyakarta–Makassar
Basarnas Makassar memastikan pesawat tersebut terbang dari Yogyakarta menuju Makassar. Informasi ini diperoleh dari data penerbangan dan koordinasi dengan AirNav Makassar.
Baca Juga: Fakta Baru Kasus Pelecehan Anak oleh Trainer Gym Semarang, Keluarga Rugi Rp400 Juta
Pesawat Disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan
Pesawat ATR milik Indonesia Air Transport diketahui dioperasikan atau disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Basarnas menerima informasi hilangnya kontak pesawat dari AirNav Makassar dan langsung menggerakkan tim rescue menuju titik duga di wilayah Bantimurung.
Basarnas juga berkoordinasi dengan TNI AU untuk mengerahkan helikopter Caracal guna melakukan observasi udara di area pencarian.
Baca Juga: Oppo Reno15 Series Segera Rilis di Indonesia, Andalkan Fitur AI Motion Photo Popout
TNI AU Selidiki Titik Api Diduga Bekas Ledakan
Helikopter Caracal TNI AU dikerahkan untuk memastikan temuan titik api yang terlihat di kawasan Gunung Lapihao, Kecamatan Leang-leang, Kabupaten Maros.
Temuan tersebut diperkuat oleh kesaksian warga yang mengaku mendengar suara ledakan dan melihat api dari kejauhan.
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menyatakan bahwa tim udara dan darat masih melakukan verifikasi untuk memastikan apakah titik api tersebut merupakan lokasi jatuhnya pesawat.
Baca Juga: Jennie BLACKPINK Tampil Elegan dengan Kalung Mewah Fantastis, Jadi Sorotan Publik
Proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung dengan mengutamakan keselamatan personel serta koordinasi lintas instansi.
Editor : Ubaidillah