News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Niat Puasa Nisfu Syaban Digabung Ayyamul Bidh 2026, Lengkap Arab Latin dan Artinya

Ubaidillah • Selasa, 3 Februari 2026 | 06:37 WIB
Ilustrasi niat puasa Nisfu Syaban sekaligus Ayyamul Bidh. (Foto: Freepik)
Ilustrasi niat puasa Nisfu Syaban sekaligus Ayyamul Bidh. (Foto: Freepik)

RadarBangkalan.id - Niat puasa Nisfu Syaban digabung Ayyamul Bidh dapat diamalkan umat Islam yang ingin meraih keutamaan dua puasa sunnah sekaligus.

Kalangan ulama menyepakati bahwa menggabungkan niat puasa sunnah dalam satu hari diperbolehkan, dan pelakunya tetap berpeluang memperoleh dua pahala.

Baca Juga: Lengkap! Jadwal Malam Nisfu Syakban 2026, Niat Puasa Ayyamul Bidh, Salat, dan Doa Nisfu Syaban

Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia yang disusun Kementerian Agama (Kemenag), malam Nisfu Syaban 2026 atau 1447 H jatuh pada Senin, 2 Februari 2026.

Sementara puasa Nisfu Syaban yang bertepatan dengan tanggal 15 Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.

Dalam buku Malam Nisfu Sya'ban karya Hanif Luthfi dijelaskan bahwa Nisfu Syaban berasal dari dua kata, yakni nisfu yang berarti setengah dan syaban yang berarti Bulan Syaban.

Baca Juga: Al Nassr Menang 1-0 atas Al Riyadh Tanpa Cristiano Ronaldo, Sadio Mane Jadi Penentu

Dengan demikian, malam Nisfu Syaban dapat dimaknai sebagai malam pertengahan Bulan Syaban. Mengacu kalender Qomariyah, malam Nisfu Syaban berada pada tanggal 14 Syaban.

Karena keistimewaan malam Nisfu Syaban, sejumlah ulama merekomendasikan umat Islam untuk menghidupkan malam tersebut dengan berbagai amalan saleh.

Beberapa amalan yang sering dianjurkan di antaranya membaca Surat Yasin, shalat sunnah mutlak atau shalat tasbih maupun sholat taubat, memperbanyak dzikir, membaca doa, serta melaksanakan puasa Nisfu Syaban pada keesokan harinya.

Baca Juga: Jetour Indonesia Investigasi SUV Jetour T2 Terbakar Usai Kecelakaan dengan BMW di Tol Jagorawi KM 31

Puasa Nisfu Syaban tahun ini juga bertepatan dengan puasa Ayyamul Bidh hari ketiga di Bulan Syaban.

Puasa Ayyamul Bidh sendiri merupakan puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, dan memiliki banyak keutamaan karena dianjurkan langsung oleh Nabi SAW.

Baca Juga: Terungkap! Begini Awal Mula Arsip Jeffrey Epstein Bocor hingga Bikin Heboh

Ustaz Hanif Luthfi Lc dalam bukunya berjudul Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah terbitan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan bahwa puasa sunnah dapat digabung dengan puasa sunnah lainnya apabila dilakukan pada hari yang sama.

Baca Juga: 118 Siswa SMAN 2 Kudus Dirawat Diduga Keracunan MBG, Total Keluhan Capai 600 Orang

Contohnya, puasa 9 hari pertama bulan Dzulhijjah dapat diniatkan sekaligus dengan puasa Dawud atau puasa Senin-Kamis.

Berikut bacaan niat puasa Nisfu Syaban digabung Ayyamul Bidh yang dapat diamalkan pada Selasa, 3 Februari 2026.

Baca Juga: Suderajat Penjual Es Gabus Disemprot Dedi Mulyadi, Ngaku Susah Padahal Kantongi Rp 100 Juta

Niat Puasa Nisfu Syaban Digabung Ayyamul Bidh
Arab: نويت صوم غد ايام البيض وَعَنْ صَوْمَ شهر شعبان سنة لله تعالى
Latin: Nawaitu Shauma Ghadin Ayyaamul Bidh wa 'an shauma syahri sya'ban sunnatan Lillaahi Ta'ala.

Artinya: Saya niat berpuasa besok pada hari-hari putih (Ayyamul Bidh) dan puasa Bulan Syaban sunnah karena Allah Ta'ala.

Baca Juga: Video Viral Wanita “Sok Imut” Diklaim Punya Versi 35 Menit, Warganet Ramai Cari Link

Dalil disunnahkannya puasa Ayyamul Bidh tertuang dalam hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Imam At Tirmidzi dan Imam Nasai. Rasulullah SAW bersabda:

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

“Hai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR Tirmidzi dan an Nasai).

Sementara dalil puasa Nisfu Syaban disebutkan dalam Kitab Sunan Ibn Majah juz 1 halaman 444, hadits nomor 1388:

Baca Juga: Motif Bullying Siswi SMP di Surabaya Diduga Karena Masalah Cowok, Korban Alami Luka dan Depresi

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

Artinya: Dari Ali bin Abu Thalib ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila malam nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban), maka shalatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya. Sesungguhnya Allah turun ke langit bumi pada saat itu ketika matahari terbenam, kemudian Dia berfirman: Adakah orang yang meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya? Adakah orang yang meminta rezeki maka Aku akan memberinya rezeki? Adakah orang yang mendapat cobaan maka Aku akan menyembuhkannya? Adakah yang begini, dan adakah yang begini…hingga terbit fajar.”

Baca Juga: Barang Bukti Kasus Kematian Lula Lahfah: Obat, Vape, Liquid hingga Tabung Whip Pink

Puasa Nisfu Syaban juga dikenal memiliki keutamaan besar. Dikutip dari Pusat Kajian Hadis, Imam Tirmidzi meriwayatkan bahwa puasa di Bulan Syaban termasuk di dalamnya Nisfu Syaban disebut sebagai puasa terbaik setelah Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الصَّوْمِ أَفْضَلُ بَعْدَ رَمَضَانَ فَقَالَ شَعْبَانُ لِتَعْظِيمِ رَمَضَانَ قِيلَ فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ وَصَدَقَةُ بْنُ مُوسَى لَيْسَ عِنْدَهُمْ بِذَاكَ الْقَوِيِّ

Artinya: Dari Tsabit bin Anas dia berkata, Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa yang paling utama setelah Ramadlan, Beliau menjawab: “Bulan Sya’ban untuk memuliakan Ramadlan.” Beliau ditanya lagi, lalu shadaqah apa yang paling utama? Beliau menjawab: “Shadaqah di bulan Ramadlan.” Abu ‘Isa berkata, ini adalah hadits gharib dan menurut ahlul hadits Shadaqah bin Musa bukanlah rawi yang kuat.

Baca Juga: Harga Emas Tembus Rp 3 Juta per Gram, Pengamat Prediksi Bisa Naik Rp 4,2 Juta pada 2026

Demikian ulasan mengenai niat puasa Nisfu Syaban digabung Ayyamul Bidh yang bisa diamalkan umat Islam, lengkap dengan jadwal, dalil, serta keutamaannya.

Wallahu A’lam.

Baca Juga: Fakta Terbaru Kematian Lula Lahfah: Reza Arap Datang ke TKP hingga ART Dengat Erangan Kesakitan

Editor : Ubaidillah
#bulan syaban #Ayyamul Bidh #umat islam #niat puasa nisfu syaban