News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Mengenal Virus Nipah: Gejala, Cara Penularan, dan Upaya Pencegahan

Ubaidillah • Sabtu, 7 Februari 2026 | 06:10 WIB
Ilustrasi virus Nipah. Indonesia belum mencatat kasus virus Nipah pada manusia, namun IDAI mengingatkan kewaspadaan tetap penting di tengah sorotan global.(Google Gemini AI)
Ilustrasi virus Nipah. Indonesia belum mencatat kasus virus Nipah pada manusia, namun IDAI mengingatkan kewaspadaan tetap penting di tengah sorotan global.(Google Gemini AI)

RadarBangkalan.id - Topik mengenai virus Nipah kembali ramai diperbincangkan publik dalam beberapa waktu terakhir.

Hal ini tidak lepas dari tingginya risiko kematian akibat infeksi virus tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dilaporkan menerima tambahan dua kasus virus Nipah di India.

Baca Juga: Waspada Virus Nipah, Bandara Lombok Aktifkan Thermal Scanner dan Health Pass

Kasus terbaru tersebut dialami oleh dua petugas kesehatan di sebuah rumah sakit swasta di Barasat, distrik North 24 Parganas.

Pasien pertama merupakan perempuan berusia 25 tahun, sedangkan pasien kedua adalah laki-laki dengan usia yang sama. Meski belum ditemukan di Indonesia, virus Nipah diketahui pernah terdeteksi keberadaannya di Tanah Air.

Baca Juga: Video Viral Wanita “Sok Imut” Diklaim Punya Versi 35 Menit, Warganet Ramai Cari Link

Penjelasan Dinkes soal Virus Nipah

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam, menyatakan hingga kini belum ditemukan kasus virus Nipah di wilayahnya.

"Virus Nipah ini sejatinya adalah virus dari famili dari Paramyxoviridae ya, yang mana sebetulnya virus ini hidup di kelelawar buah.

Baca Juga: Hasil Real Betis vs Atletico Madrid 0-5, Los Rojiblancos Lolos Semifinal Copa del Rey

Jadi reservoir-nya adalah kelelawar buah. Nah, dari kelelawar ini virus ini bisa hidup tapi tidak memberikan gejala pada kelelawar buahnya itu," jelasnya, dikutip Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan penularan virus Nipah terjadi ketika terdapat interaksi antara kelelawar buah dengan hewan lain, terutama babi dan ternak, yang kemudian menjadi perantara penularan ke manusia.

Baca Juga: Video Viral “Cukur Kumis” TikTok Bikin Heboh, Warganet Ramai Cari Versi Full

Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui makanan yang terkontaminasi, seperti buah yang telah digigit kelelawar, serta penularan antarmanusia, khususnya melalui kontak erat di fasilitas kesehatan.

"Kenapa ini menjadi perhatian? Karena angka ini atau orang yang terinfeksi virus Nipah ini ternyata mortality-nya lumayan cukup tinggi sekitar 50-75 persen," ungkapnya.

Baca Juga: Info Gempa Terkini Jawa Timur: Malang Diguncang Gempa Magnitudo 3,6

Gejala Infeksi Virus Nipah

Hakam menjelaskan, gejala virus Nipah dapat dimulai dari kondisi ringan hingga berat. Pada tahap awal, gejala menyerupai flu seperti demam, nyeri otot, linu-linu, dan muntah.

"Sampai kemudian ke gejala yang paling berat, karena virus ini bisa menyerang di otak atau menyebabkan radang otak," bebernya.

Pada kasus berat, pasien dapat mengalami kebingungan, disorientasi, kejang, penurunan kesadaran, hingga koma. Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan, masa inkubasi virus Nipah berkisar antara 4 hingga 14 hari.

Baca Juga: KPK Tangkap Pejabat Bea Cukai, Disita Uang Miliaran dan 3 Kg Logam Mulia

Setelah masa tersebut, penderita dapat mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan nyeri tenggorokan.

Belum Ada Obat dan Vaksin

Hingga saat ini, belum tersedia obat antivirus khusus maupun vaksin untuk virus Nipah.

"Itu yang terjadi, maka ini harus hati-hati. Nah, maka Ketika orang itu curiga atau terpapar ya pastinya kalau dia ringan ya dikasih antidemam, kemudian gejala-gejala yang lain," kata Hakam.

"Kalau dia batuk dikasih (obat) batuk, kalau dia kejang dikasih antikejang dan lain sebagainya," imbuhnya.

Baca Juga: Cara Daftar SNBP 2026 Online di Portal SNPMB, Lengkap dengan Alur dan Finalisasi

Penanganan yang diberikan masih bersifat simptomatik sesuai dengan keluhan yang dialami pasien.

Baca Juga: Terungkap! Begini Awal Mula Arsip Jeffrey Epstein Bocor hingga Bikin Heboh

Upaya Pencegahan Virus Nipah

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Beberapa langkah yang disarankan antara lain rajin mencuci tangan, menggunakan masker saat bepergian, serta menghindari konsumsi makanan yang tidak higienis, terutama buah yang tidak utuh atau diduga terkontaminasi.

Baca Juga: Jmail.world Jadi Jalan Pintas Akses Epstein Library, Ini Cara Menggunakannya

Masyarakat juga diminta menghindari area peternakan yang berpotensi terpapar virus serta membatasi perjalanan ke wilayah yang melaporkan kasus virus Nipah, seperti India.

"Menghindari dari ke daerah-daerah yang memang potensial saat ini baru terinfeksi, entah itu di India atau mungkin negara-negara yang mungkin orang India-nya banyak," ujarnya.

Hakam menegaskan hingga kini belum ada laporan kasus virus Nipah di Kota Semarang. Meski demikian, kesiapsiagaan terus dilakukan melalui sosialisasi kepada puskesmas, rumah sakit, laboratorium, dan fasilitas kesehatan terkait gejala, alur pelaporan, serta penanganan kasus.

Baca Juga: Kode Redeem FF 5 Februari 2026 Terbaru, Klaim Skin dan Emote Gratis

Apa Itu Virus Nipah?

Peneliti Ahli Utama Virologi sekaligus Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN, Niluh Putu Indi Dharmayanti, menjelaskan bahwa virus Nipah merupakan penyakit zoonotik yang berpotensi memicu wabah apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Virus ini termasuk genus Henipavirus dengan reservoir alami berupa kelelawar buah dari famili Pteropodidae, khususnya genus Pteropus.

Kelelawar dapat membawa virus tanpa menunjukkan gejala dan menularkannya ke hewan lain maupun manusia.

Baca Juga: Suderajat Penjual Es Gabus Disemprot Dedi Mulyadi, Ngaku Susah Padahal Kantongi Rp 100 Juta

Penularan ke manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi seperti babi, konsumsi makanan yang terkontaminasi, serta penularan antarmanusia. Meski belum ada catatan infeksi virus Nipah pada manusia di Indonesia hingga awal Februari 2026, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.

Sejarah dan Risiko Virus Nipah

Virus Nipah pertama kali terdeteksi pada 1998 di Malaysia. Sejak itu, kasus berulang dilaporkan di sejumlah negara Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Dampak virus ini terhadap kesehatan manusia sangat serius karena memiliki tingkat kematian yang tinggi.

Baca Juga: 118 Siswa SMAN 2 Kudus Dirawat Diduga Keracunan MBG, Total Keluhan Capai 600 Orang

Oleh sebab itu, virus Nipah dinilai berpotensi memicu wabah yang dapat berdampak luas pada aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi.

Imbauan Kemenkes Terkait Virus Nipah

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk:

Editor : Ubaidillah
#apa itu virus nipah #jawa tengah #semarang #virus nipah #penularan virus nipah #gejala virus nipah #penyebaran virus nipah #virus Nipah adalah