RadarBangkalan.id - Seluruh badan usaha penyalur bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kompak menaikkan harga BBM non subsidi mulai 1 Maret 2026. Penyesuaian harga ini dilakukan oleh sejumlah operator SPBU, termasuk Pertamina, Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo Energy Indonesia, hingga Mobil Indostation milik ExxonMobil.
Kenaikan harga BBM non subsidi pada Maret 2026 ini sebenarnya belum dipengaruhi secara langsung oleh kondisi geopolitik global seperti konflik di Timur Tengah. Penyesuaian harga lebih dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak dunia selama dua bulan sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta indikator harga bahan bakar regional seperti Mean of Platts Singapore (MOPS).
Baca Juga: Jadwal Sidang Isbat Lebaran 2026 Resmi Kemenag: Tanggal, Lokasi, dan Prediksi 1 Syawal 1447 H
Perubahan harga ini membuat sejumlah jenis BBM non subsidi mengalami kenaikan dibandingkan periode Februari 2026.
Di SPBU milik Pertamina, misalnya di wilayah Jabodetabek, harga BBM jenis RON 92 atau Pertamax naik menjadi Rp12.300 per liter dari sebelumnya Rp11.800 per liter pada Februari 2026.
Selain Pertamax, beberapa jenis BBM lain juga mengalami penyesuaian harga. Pertamax Green 95 kini dijual Rp12.900 per liter, naik dari sebelumnya Rp12.450 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo dengan RON 98 naik menjadi Rp13.100 per liter dari sebelumnya Rp12.700 per liter.
Baca Juga: Heboh Video Maureen Worth 6 Menit di TikTok dan X, Ini Klarifikasi dan Faktanya
Kenaikan juga terjadi pada produk BBM jenis diesel. Dexlite kini dijual Rp14.200 per liter dari sebelumnya Rp13.250 per liter. Sedangkan Pertamina Dex naik menjadi Rp14.500 per liter dari sebelumnya Rp13.500 per liter pada Februari 2026.
Dalam keterangan resminya, pihak Pertamina menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini merupakan implementasi kebijakan pemerintah terkait formula harga dasar BBM.
Baca Juga: Video Pidato Netanyahu Viral, Publik Curiga Deepfake di Tengah Perang Iran-Israel
"PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum," tulis Pertamina dalam pengumuman resminya.
Baca Juga: Persija Jakarta vs Dewa United 1-1: Gol Maxwell Souza Dibalas Alexis Messidoro
Meski demikian, harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Produk BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi masih dijual dengan harga yang sama.
Pertalite dengan RON 90 tetap dibanderol Rp10.000 per liter, sementara Solar subsidi tetap berada di harga Rp6.800 per liter.
Selain SPBU Pertamina, sejumlah SPBU swasta juga melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi pada awal Maret 2026.
Di SPBU milik BP-AKR, misalnya, harga BP 92 naik menjadi Rp12.390 per liter dari sebelumnya Rp12.050 per liter pada Februari 2026. BP Ultimate kini dijual Rp12.920 per liter dari sebelumnya Rp12.500 per liter.
Sementara itu, harga BP Ultimate Diesel juga mengalami kenaikan menjadi Rp14.620 per liter dari sebelumnya Rp13.600 per liter.
Baca Juga: Liverpool vs Tottenham 1-1: Gol Szoboszlai Dibalas Richarlison, The Reds Gagal Menang
SPBU milik Shell Indonesia juga menyesuaikan harga produknya. Shell Super kini dijual Rp12.390 per liter, sedangkan Shell V-Power Diesel dibanderol Rp14.620 per liter.
Namun, di beberapa wilayah ketersediaan BBM di SPBU Shell dilaporkan masih kosong untuk beberapa jenis bahan bakar.
Baca Juga: CCTV Rekam Detik-detik Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Penyesuaian harga juga dilakukan oleh Vivo Energy Indonesia. Produk Revvo 92 kini dijual Rp12.390 per liter, sementara Revvo 95 dibanderol Rp12.930 per liter. Untuk jenis diesel, Vivo Diesel Primus kini dijual Rp14.610 per liter.
Sementara itu, Mobil Indostation yang merupakan jaringan SPBU milik ExxonMobil juga menyesuaikan harga BBM. Gasoline 92 dijual dengan harga Rp12.395 per liter.
Hingga pertengahan Maret 2026, tepatnya pada Senin 16 Maret 2026, harga BBM non subsidi di berbagai SPBU tersebut masih terpantau sama seperti yang berlaku sejak 1 Maret 2026.
Berikut daftar terbaru harga BBM di sejumlah SPBU di Indonesia yang berlaku mulai 1 Maret 2026.
Baca Juga: Ustaz Berinisial SAM Dilaporkan ke Bareskrim atas Dugaan Pelecehan Seksual
Di SPBU Pertamina wilayah DKI Jakarta, harga Pertalite (RON 90) tetap Rp10.000 per liter dan Solar subsidi Rp6.800 per liter. Pertamax dijual Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp13.100 per liter, Pertamax Green 95 Rp12.900 per liter, Dexlite Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter.
Di SPBU Shell, harga Shell Super berada di angka Rp12.390 per liter dan Shell V-Power Diesel Rp14.620 per liter.
SPBU BP menjual BP 92 seharga Rp12.390 per liter, BP Ultimate Rp12.920 per liter, serta BP Ultimate Diesel Rp14.620 per liter.
Baca Juga: Viral Video “Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit”, Warganet Ramai Berspekulasi
Sementara itu di SPBU Vivo, harga Revvo 92 adalah Rp12.390 per liter, Revvo 95 Rp12.930 per liter, dan Diesel Primus Rp14.610 per liter.
Adapun di jaringan Mobil Indostation milik ExxonMobil, harga Gasoline 92 saat ini berada di angka Rp12.395 per liter.
Baca Juga: Viral SMAN 2 Pamekasan Tolak Menu Makan Bergizi Gratis Berisi Lele Mentah
Kenaikan harga BBM non subsidi ini menjadi perhatian masyarakat karena berpotensi memengaruhi biaya transportasi serta harga berbagai kebutuhan lainnya. Namun, pemerintah masih mempertahankan harga BBM subsidi agar tetap stabil bagi masyarakat luas.
Editor : Ubaidillah