RadarBangkalan.id - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, masyarakat Indonesia yang bersiap melakukan perjalanan mudik perlu mengetahui informasi terbaru mengenai harga bahan bakar minyak (BBM). Ketersediaan dan harga BBM menjadi salah satu faktor penting dalam perencanaan perjalanan jarak jauh, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi.
Perusahaan energi nasional Pertamina telah melakukan penyesuaian harga untuk sejumlah jenis BBM nonsubsidi yang mulai berlaku sejak 1 Maret 2026. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap dipertahankan tanpa perubahan.
Baca Juga: Daftar Harga BBM Terbaru 1 Maret 2026: Pertamina, Shell, BP, Vivo hingga ExxonMobil
Penyesuaian harga ini menjadi perhatian masyarakat karena dapat memengaruhi perencanaan anggaran perjalanan mudik Lebaran. Dengan mengetahui harga BBM terbaru, masyarakat dapat memperkirakan biaya perjalanan secara lebih akurat.
Perubahan harga BBM nonsubsidi umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta kebijakan energi yang berlaku di dalam negeri.
Baca Juga: Jadwal Sidang Isbat Lebaran 2026 Resmi Kemenag: Tanggal, Lokasi, dan Prediksi 1 Syawal 1447 H
Pada awal Maret 2026, beberapa jenis BBM nonsubsidi mengalami kenaikan harga dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan tersebut juga terjadi di berbagai wilayah Indonesia dengan besaran yang berbeda-beda.
Sebagai contoh, di wilayah Jawa Timur harga Pertamax mengalami kenaikan sekitar Rp500 per liter. Sementara itu, Dexlite mengalami kenaikan yang lebih tinggi, yakni sekitar Rp950 per liter.
Perbedaan harga BBM antar wilayah dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti biaya distribusi, kondisi geografis, serta kebijakan regional. Oleh karena itu, konsumen disarankan untuk selalu mengecek harga terbaru di SPBU terdekat sebelum mengisi bahan bakar.
Baca Juga: Heboh Video Maureen Worth 6 Menit di TikTok dan X, Ini Klarifikasi dan Faktanya
Berikut adalah daftar harga BBM terbaru yang dipasarkan oleh Pertamina di sejumlah wilayah Indonesia yang berlaku sejak 1 Maret 2026.
Di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, harga Pertamax tercatat sekitar Rp13.300 per liter. Sementara itu Pertamax Turbo dijual sekitar Rp15.100 per liter. Untuk jenis BBM diesel, Dexlite berada di kisaran Rp14.250 per liter dan Pertamina Dex sekitar Rp15.700 per liter.
Baca Juga: Video Pidato Netanyahu Viral, Publik Curiga Deepfake di Tengah Perang Iran-Israel
Di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, harga Pertamax berada di kisaran Rp12.800 per liter. Pertamax Turbo dijual sekitar Rp14.500 per liter. Dexlite dibanderol sekitar Rp13.800 per liter dan Pertamina Dex berada di kisaran Rp15.100 per liter.
Perbedaan harga ini menunjukkan bahwa faktor distribusi dan logistik memiliki pengaruh terhadap harga jual BBM di masing-masing daerah.
Di tengah fluktuasi harga BBM nonsubsidi, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi agar tetap stabil. Produk BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar masih dijual dengan harga yang sama.
Pertalite saat ini tetap dibanderol Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap berada di harga Rp6.800 per liter. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi serta membantu menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang periode mudik Lebaran.
Baca Juga: Persija Jakarta vs Dewa United 1-1: Gol Maxwell Souza Dibalas Alexis Messidoro
Menjelang arus mudik Idul Fitri 2026, masyarakat juga disarankan untuk melakukan perencanaan perjalanan dengan baik agar konsumsi bahan bakar dapat lebih efisien.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum perjalanan jauh. Pemeriksaan mesin, tekanan ban, serta sistem bahan bakar dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan BBM.
Selain itu, pengemudi juga disarankan untuk berkendara dengan stabil dan menghindari akselerasi atau pengereman mendadak. Cara berkendara yang halus dapat membantu menghemat konsumsi bahan bakar selama perjalanan.
Baca Juga: Liverpool vs Tottenham 1-1: Gol Szoboszlai Dibalas Richarlison, The Reds Gagal Menang
Penggunaan aplikasi navigasi juga dapat membantu pengemudi memilih rute terbaik serta menghindari kemacetan. Lalu lintas yang padat dapat menyebabkan kendaraan lebih sering berhenti dan berjalan sehingga konsumsi BBM meningkat.
Mengurangi beban kendaraan juga menjadi salah satu cara sederhana untuk menghemat bahan bakar. Kendaraan yang membawa beban berlebih membutuhkan tenaga mesin lebih besar sehingga konsumsi BBM menjadi lebih tinggi.
Baca Juga: CCTV Rekam Detik-detik Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Bagi pengguna kendaraan modern, fitur eco driving yang tersedia pada beberapa mobil juga dapat dimanfaatkan untuk membantu mengoptimalkan penggunaan bahan bakar.
Dengan mengetahui harga BBM terbaru serta menerapkan kebiasaan berkendara yang efisien, masyarakat dapat mengelola pengeluaran perjalanan mudik dengan lebih baik sekaligus menjaga kenyamanan selama perjalanan menuju kampung halaman.
Editor : Ubaidillah