News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Peneliti Lesperssi Duga Ada Aktor Lebih Tinggi di Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Ubaidillah • Kamis, 19 Maret 2026 | 07:16 WIB
Wajah terduga penyiram air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus yang terekam kamera CCTV diungkap dalam
konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/3/2026). (Tangkapan layar KOMPAS TV)
Wajah terduga penyiram air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus yang terekam kamera CCTV diungkap dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/3/2026). (Tangkapan layar KOMPAS TV)

RadarBangkalan.id - Peneliti Lembaga Studi Pertanahan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperssi), Beni Sukardis, menduga keterlibatan empat anggota Badan Intelijen Strategis TNI dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, tidak berdiri sendiri dan kemungkinan dipengaruhi oleh aktor yang lebih tinggi.

"Dugaan keterlibatan oknum dari BAIS TNI sebagai institusi intelijen strategis justru memperkuat asumsi bahwa ada kemungkinan dimensi komando, atau setidaknya pengaruh dari aktor yang lebih tinggi dalam struktur organisasi," jelas Beni saat dihubungi Kompas.com, Rabu (18/3/2026).

Baca Juga: Jadwal Sidang Isbat Lebaran 2026 Resmi Kemenag: Tanggal, Lokasi, dan Prediksi 1 Syawal 1447 H

Menurut Beni, dalam struktur militer yang sangat hierarkis, tindakan seorang prajurit—terutama yang berkaitan dengan kekerasan dengan nuansa politik—jarang sepenuhnya merupakan inisiatif pribadi.

Beni menilai kasus yang menimpa Andrie Yunus perlu dilihat secara hati-hati karena kemungkinan merupakan hasil dari interaksi berbagai faktor di dalam organisasi militer, bukan sekadar peristiwa tunggal.

"Dalam praktik militer, relasi atasan-bawahan tidak hanya berjalan melalui perintah formal, tetapi juga melalui sinyal, ekspektasi, dan budaya organisasi yang dapat mendorong atau mentoleransi tindakan tertentu, termasuk kekerasan terhadap kelompok sipil yang dianggap berseberangan," jelasnya.

Baca Juga: Sporting CP Comeback Gila! Hajar Bodo/Glimt 5-0 dan Lolos ke Perempatfinal Liga Champions

Meski demikian, Beni tidak menampik bahwa faktor disiplin internal tetap berperan penting dalam mencegah pelanggaran yang dilakukan prajurit.

Namun menurutnya, pelanggaran hukum oleh anggota militer sering kali merupakan refleksi dari berbagai persoalan yang lebih luas, termasuk kesejahteraan prajurit, kualitas kepemimpinan, serta kultur dalam institusi.

Baca Juga: Hasil Arsenal vs Leverkusen 2-0: Gol Eze dan Rice Bawa The Gunners ke Perempatfinal Liga Champions

"Kepemimpinan yang lemah dalam menegakkan akuntabilitas atau bahkan permisif terhadap tindakan represif dapat menciptakan ruang bagi penyimpangan perilaku," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Markas Besar TNI Mayor Jenderal Yusri Nuryanto menyampaikan bahwa empat pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, berasal dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Baca Juga: PSG Hancurkan Chelsea! Menang 3-0 di Stamford Bridge, Lolos ke Perempat Final dengan Agregat 8-2

“Keempat yang diduga pelaku ini adalah Denma Bais TNI,” ujar Yusri dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Keempat anggota tersebut masing-masing berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

“Matranya dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara,” jelas Yusri.

Meski demikian, pihak TNI belum mengungkap secara rinci peran maupun motif dari penyiraman air keras terhadap aktivis tersebut.

Baca Juga: Heboh Video Maureen Worth 6 Menit di TikTok dan X, Ini Klarifikasi dan Faktanya

“Jadi kita masih mendalami motifnya,” tegas Yusri.

Sebagai informasi, Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.37 WIB ketika Andrie Yunus sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat.

Saat melintas di lokasi, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor diduga Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021 menghampiri korban dari arah berlawanan di Jalan Talang atau Jembatan Talang.

Pelaku pertama yang bertindak sebagai pengendara mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.

Baca Juga: CCTV Rekam Detik-detik Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Sementara itu, pelaku kedua yang duduk di belakang mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaus biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek dan diduga berbahan jeans.

Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh Andrie Yunus.

Akibat kejadian tersebut, Andrie mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata.

Editor : Ubaidillah
#andrie yunus disiram air keras #tersangka penyiraman air keras Andrie Yunus #kenapa andrie yunus disiram air keras #air keras #Andrie Yunus