RadarBangkalan.id - Setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan, umat Islam dianjurkan melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal. Namun, muncul pertanyaan yang sering dibahas: mana yang harus didahulukan, puasa Syawal atau qadha puasa Ramadhan?
Puasa Syawal memiliki keutamaan besar sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim, di mana Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang berpuasa Ramadhan lalu diikuti enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun.
Baca Juga: Batas Akhir Puasa Syawal 2026 Kapan? Ini Jadwal Lengkap dan Panduannya
Di sisi lain, bagi umat Islam yang memiliki utang puasa Ramadhan karena uzur seperti sakit atau haid, wajib menggantinya di hari lain sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 184.
Mana yang Harus Didahulukan?
Mayoritas ulama berpendapat bahwa qadha puasa Ramadhan sebaiknya didahulukan. Hal ini karena qadha bersifat wajib, sedangkan puasa Syawal merupakan ibadah sunnah.
Baca Juga: Salmafina Sunan vs Sherel Thalib Memanas, Isu Legging Jadi Sorotan Lagi
Selain itu, sebagian ulama menafsirkan bahwa keutamaan puasa Syawal hanya diperoleh jika seseorang telah menyempurnakan puasa Ramadhan, termasuk mengganti puasa yang tertinggal.
Baca Juga: Kabar Terbaru Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Ini Penjelasan Lengkapnya
Bolehkah Puasa Syawal Digabung dengan Qadha?
Dalam hal ini, para ulama memiliki perbedaan pendapat:
Baca Juga: Preview Arsenal WFC vs Tottenham Women: Head to Head, Taktik, dan Pemain Kunci
- Sebagian ulama membolehkan menggabungkan niat puasa qadha dan puasa Syawal dalam satu ibadah. Pendapat ini didasarkan pada kaidah bahwa satu amalan bisa mencakup dua niat sekaligus.
- Namun, mayoritas ulama tidak menganjurkan penggabungan tersebut. Mereka menilai puasa Syawal memiliki keutamaan tersendiri yang lebih sempurna jika dilakukan secara terpisah.
Pendapat yang Lebih Hati-hati
Pendapat yang dianggap paling aman adalah:
- Menyelesaikan qadha puasa Ramadhan terlebih dahulu
- Setelah itu, baru melaksanakan puasa Syawal secara terpisah
Namun, bagi yang khawatir tidak sempat menjalankan puasa Syawal karena keterbatasan waktu di bulan Syawal, sebagian ulama memberikan keringanan untuk menggabungkan keduanya.
Baca Juga: Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Resmi Dibuka, Simak Jadwal dan Cara Daftarnya
Makna dan Keutamaan Bulan Syawal
Bulan Syawal merupakan bulan ke-10 dalam kalender Hijriah setelah Ramadhan. Secara bahasa, kata “Syawal” berarti peningkatan atau kenaikan.
Makna ini sering dikaitkan dengan momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan setelah menjalani ibadah di bulan Ramadhan, termasuk puasa dan zakat fitrah.
Dengan demikian, puasa Syawal bukan sekadar ibadah tambahan, tetapi juga bentuk penyempurnaan spiritual setelah Ramadhan.
Baca Juga: Samsung Galaxy A57 5G dan A37 5G Resmi Rilis, Bawa Fitur AI dan Kamera 50MP
Puasa qadha Ramadhan adalah kewajiban yang sebaiknya didahulukan. Sementara puasa Syawal merupakan amalan sunnah dengan keutamaan besar.
Pilihan terbaik adalah menyelesaikan kewajiban terlebih dahulu, lalu melanjutkan dengan ibadah sunnah. Namun, dalam kondisi tertentu, penggabungan niat tetap diperbolehkan oleh sebagian ulama.
Baca Juga: Timnas Indonesia Pesta Gol 4-0, Beckham Cetak Brace di Debut John Herdman
Editor : Ubaidillah