RadarBangkalan.id - Puasa Syawal menjadi salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan. Ibadah ini dilakukan selama enam hari di bulan Syawal sebagai bentuk penyempurna amalan Ramadan sekaligus menjaga konsistensi ibadah.
Wakil Direktur Wilayah Lembaga Dakwah dan Syiar Islam BKPRMI Kalimantan Tengah, Ustaz Marjuki, menjelaskan bahwa puasa Syawal memiliki keutamaan besar bagi umat Muslim yang menjalankannya.
Baca Juga: Batas Akhir Puasa Syawal 2026 Kapan? Ini Jadwal Lengkap dan Panduannya
Menurutnya, anjuran puasa enam hari di bulan Syawal berasal dari sabda Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa seseorang yang berpuasa Ramadan lalu melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal akan mendapatkan pahala seperti berpuasa sepanjang tahun.
"Ibadah ini menunjukkan kesungguhan seorang Muslim dalam melanjutkan amalan setelah Ramadan," ujar Ustaz Marjuki saat mengisi program Mutiara Pagi di RRI Palangka Raya, Kamis (26/3/2026).
Baca Juga: Kabar Duka, Aktor Korea Lee Sang Bo Meninggal Dunia di Usia 44 Tahun
Ia menambahkan, puasa Syawal juga mencerminkan niat yang tulus dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT. Umat Islam yang mampu menjalankannya dinilai memiliki komitmen kuat untuk menjaga kualitas ibadah, tidak hanya terbatas pada bulan Ramadan.
Selain itu, puasa Syawal berperan penting dalam membentuk karakter disiplin dan istiqamah. Kebiasaan baik yang telah dibangun selama Ramadan dapat terus dijaga melalui ibadah sunnah ini.
Baca Juga: Salmafina Sunan vs Sherel Thalib Memanas, Isu Legging Jadi Sorotan Lagi
Puasa Syawal juga menjadi sarana untuk melatih konsistensi amal dan memperkuat spiritualitas seorang Muslim dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjalankan ibadah ini, diharapkan semangat Ramadan tetap terjaga sepanjang tahun.
Baca Juga: Kabar Terbaru Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Ini Penjelasan Lengkapnya
Editor : Ubaidillah