RadarBangkalan.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya mampu bertahan selama dua minggu.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR terkait kinerja penerimaan negara pada triwulan I tahun anggaran 2026.
Baca Juga: Cek Bansos April 2026 Tahap 2, Ini Cara Mudah Cek PKH dan BPNT via NIK KTP
Purbaya mengungkapkan bahwa informasi tersebut justru berasal dari internal Kementerian Keuangan, yang membuatnya terkejut.
Ia menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai simulasi dan perhitungan untuk memastikan ketahanan APBN, termasuk menghadapi kenaikan harga minyak dunia.
Menurutnya, Kemenkeu telah mengkaji berbagai skenario harga minyak, mulai dari 80 dolar hingga 100 dolar per barel, beserta langkah mitigasi yang diperlukan.
Baca Juga: Persib Bandung Menang 2-0 atas Semen Padang, Ramon Tanque Jadi Bintang
Arahan dari Prabowo Subianto juga menjadi acuan dalam memastikan kesiapan Indonesia menghadapi potensi krisis energi global.
Baca Juga: Bhayangkara FC vs Persija 3-2: Comeback Dramatis, Macan Kemayoran Tumbang
Purbaya memastikan bahwa meskipun harga minyak dunia meningkat, defisit APBN tetap terkendali di bawah 4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca Juga: Manchester City Gilas Liverpool 4-0, Haaland Jadi Bintang dengan Hattrick
Bahkan, dengan asumsi harga minyak rata-rata mencapai 100 dolar per barel sepanjang 2026, defisit anggaran masih dapat ditekan di kisaran 2,92 persen dari PDB.
Hal ini menunjukkan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih dalam batas aman dan terkendali.
Baca Juga: Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Diburu Netizen, Ini Risiko Besarnya
Editor : Ubaidillah