Pendapatan Negara Tembus Rp574,9 Triliun hingga Maret 2026, Naik 10,5 Persen

Ubaidillah • Dipublikasikan Selasa, 7 April 2026 | 06:38 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan awak media saat ditemui
usai menghadiri rapat bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026). ANTARA/Uyu Septiyati Liman.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan awak media saat ditemui usai menghadiri rapat bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026). ANTARA/Uyu Septiyati Liman.

 

RadarBangkalan.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi pendapatan negara hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp574,9 triliun.

Capaian tersebut tumbuh 10,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan setara dengan 18,2 persen dari target APBN 2026 yang sebesar Rp3,15 kuadriliun.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Bantah Isu APBN Hanya Bertahan 2 Minggu, Ini Penjelasannya

Menurut Purbaya, kinerja positif ini ditopang oleh penerimaan perpajakan yang menunjukkan tren kuat sejak awal tahun, baik secara bruto maupun neto.

Penerimaan Pajak Tumbuh Kuat

Secara total, penerimaan perpajakan tercatat Rp462,7 triliun atau meningkat 14,3 persen yoy. Rinciannya meliputi:

• Penerimaan pajak: Rp394,8 triliun
• Kepabeanan dan cukai: Rp67,9 triliun

Purbaya menyebut peningkatan ini mencerminkan perbaikan aktivitas ekonomi serta efektivitas implementasi sistem Coretax.

Baca Juga: Cek Bansos April 2026 Tahap 2, Ini Cara Mudah Cek PKH dan BPNT via NIK KTP

Beberapa komponen pajak yang mengalami pertumbuhan antara lain:

Baca Juga: Persib Bandung Menang 2-0 atas Semen Padang, Ramon Tanque Jadi Bintang

• Pajak Penghasilan (PPh) Badan: Rp43,3 triliun (naik 5,4 persen)
• PPh Orang Pribadi dan PPh 21: Rp61,3 triliun (naik 15,8 persen)
• PPh Final, PPh 22, dan PPh 26: Rp76,7 triliun (naik 5,1 persen)

Sementara itu, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mencatat lonjakan signifikan.

Baca Juga: Bhayangkara FC vs Persija 3-2: Comeback Dramatis, Macan Kemayoran Tumbang

• PPN dan PPnBM: Rp155,6 triliun (naik 57,7 persen)

Lonjakan ini menandakan aktivitas ekonomi yang semakin meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepabeanan dan Cukai Masih Tertekan

Di sisi lain, penerimaan dari kepabeanan dan cukai mengalami kontraksi sebesar 12,6 persen yoy menjadi Rp67,9 triliun.

Rinciannya meliputi:

• Cukai: Rp51 triliun (turun 11,2 persen)
• Bea keluar: Rp5,4 triliun (turun 38,9 persen)
• Bea masuk: Rp11,5 triliun (naik 0,9 persen)

Penurunan penerimaan cukai dipengaruhi oleh turunnya produksi pada akhir 2025 serta pemanfaatan fasilitas penundaan pembayaran.

Baca Juga: Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Diburu Netizen, Ini Risiko Besarnya

Meski demikian, bea masuk tetap tumbuh didorong peningkatan aktivitas impor.

Kontribusi PNBP dan Hibah

Selain pajak, pendapatan negara juga berasal dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp112,1 triliun serta hibah senilai Rp100 miliar.

Baca Juga: Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, Viral Video Call Tak Senonoh

Secara keseluruhan, kinerja pendapatan negara pada triwulan I 2026 menunjukkan tren positif yang sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga: Salmafina Sunan vs Sherel Thalib Memanas, Isu Legging Jadi Sorotan Lagi

Editor : Ubaidillah
apbn 2026 PENERIMAAN NEGARA PENDAPATAN NEGARA PENERIMAAN PAJAK Menkeu Purbaya