News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Harga BBM dan LPG Nonsubsidi Naik, Warga Menengah Terancam “Turun Kelas”

Ubaidillah • Senin, 27 April 2026 | 05:44 WIB
Pekerja memasang segel pada tabung gas 12 kg di distributor gas nonsubsidi di Bandung, Jawa
Barat, Senin (20/04).
Pekerja memasang segel pada tabung gas 12 kg di distributor gas nonsubsidi di Bandung, Jawa Barat, Senin (20/04).

 

RadarBangkalan.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG nonsubsidi memicu kekhawatiran baru di tengah masyarakat. Lonjakan harga yang mencapai sekitar 60 persen untuk BBM dan 19 persen untuk LPG disebut berpotensi membuat kelompok menengah dan menengah atas “turun kelas”.

Sejumlah pengamat ekonomi menilai kondisi ini dapat mendorong pergeseran besar dari konsumsi energi nonsubsidi ke subsidi. Jika berlangsung lama, situasi tersebut berisiko memicu kelangkaan energi bersubsidi di lapangan.

Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis, Penjualan Mobil Diesel Terancam Lesu

Dampak nyata sudah dirasakan oleh pelaku usaha makanan. Di Makassar, seorang pemilik rumah makan bernama Arfah mengaku terpaksa beralih dari LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram ke tabung 3 kilogram demi menekan biaya operasional.

“Kalau ada bahan bakar kayu, mungkin kami pakai kayu,” ujarnya.

Baca Juga: Persib Bandung Ditahan Arema FC 0-0, Bojan Hodak Soroti Performa Kiper Lawan

Kondisi serupa juga dialami pelaku usaha di Jayapura. Suroto, pemilik rumah makan, mengungkapkan bahwa dirinya biasa menghabiskan hingga 16 tabung LPG 12 kilogram per bulan. Dengan harga mencapai Rp307.000 per tabung, kenaikan ini menjadi beban berat.

Ia mengaku kesulitan mencari alternatif, karena LPG 3 kilogram tidak tersedia di wilayahnya, sementara penggunaan minyak tanah dinilai tidak efisien untuk operasional usaha.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Kumpulkan Purnawirawan TNI, Wiranto hingga Gatot Nurmantyo Hadir

Fenomena ini menunjukkan tekanan nyata pada sektor usaha kecil dan menengah, terutama yang sangat bergantung pada energi untuk produksi harian.

Baca Juga: Huawei Watch Fit 5 dan Fit 5 Pro Resmi Dirilis, Ini Spesifikasi dan Harganya

Di sisi lain, pemerintah melalui Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa kenaikan LPG nonsubsidi seharusnya tidak menjadi masalah bagi masyarakat mampu. Ia juga mengingatkan agar kelompok mampu tidak menggunakan LPG subsidi 3 kilogram.

Namun, di lapangan, tekanan ekonomi membuat sebagian pelaku usaha dan masyarakat mulai mempertimbangkan ulang pilihan energi mereka. Jika tren peralihan ini terus terjadi, potensi gangguan distribusi dan kelangkaan LPG subsidi menjadi tantangan yang harus diantisipasi.

Baca Juga: Prediksi Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Rizky Ridho Absen?

Editor : Ubaidillah
#harga LPG naik #kenaikan BBM 2026 #dampak LPG nonsubsidi #harga gas LPG terbaru #LPG 3 kg langka