RadarBangkalan.id - Kecelakaan tragis antara KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam menelan korban jiwa yang tidak sedikit. Polda Metro Jaya mencatat total korban meninggal dunia mencapai 15 orang.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Metro Jaya, Kombes Pol dr. Martinus Ginting, mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih ada jenazah yang belum teridentifikasi.
Baca Juga: Insiden Kereta Terbesar Sejak 2010, KRL vs KA Argo Bromo Tewaskan 5 Orang
Sebanyak 10 dari 15 korban meninggal dunia masih dalam proses identifikasi di RS Polri Kramat Jati. Proses tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari Dokkes Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Bekasi Kota.
Proses Identifikasi Korban
Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol dr. Prima Heru, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima tujuh laporan data antemortem dari keluarga korban.
Jenazah pertama tiba di rumah sakit sekitar pukul 03.00 WIB, disusul kedatangan jenazah berikutnya secara bertahap hingga pagi hari.
Baca Juga: Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur, 2 Tewas dan Puluhan Luka
Proses identifikasi dilakukan menggunakan berbagai metode, seperti pencocokan data sidik jari serta identifikasi gigi korban. Pihak rumah sakit menargetkan proses ini dapat segera diselesaikan, meskipun diakui terdapat sejumlah kendala teknis.
Puluhan Korban Luka Dirawat di Berbagai Rumah Sakit
Selain korban meninggal dunia, puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.
Baca Juga: MU Tumbangkan Brentford 2-1, Bruno Fernandes Dekati Rekor Assist Premier League
Sebagian besar korban dirawat di RSUD Kota Bekasi, sementara lainnya tersebar di beberapa rumah sakit seperti RS Primaya, RS Hermina, RS Mitra Keluarga, RS Siloam, hingga RSUD Kabupaten Bekasi.
Beberapa korban luka bahkan sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
Tragedi Kecelakaan Kereta Jadi Sorotan
Insiden ini kembali menyoroti aspek keselamatan transportasi kereta api di Indonesia. Kecelakaan yang melibatkan kereta jarak jauh dan KRL ini disebut sebagai salah satu tragedi besar dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Persija Hancurkan Persis Solo 4-0, Allano hingga Gustavo Jadi Bintang
Pihak berwenang masih terus melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, sekaligus memastikan penanganan korban berjalan optimal.
Baca Juga: Prabowo Lantik Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup, Faisol Hanif Diganti
Editor : Ubaidillah