News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Gus Ipul Ungkap 470 Ribu KPM Baru Terima Bansos Triwulan II 2026

Ubaidillah • Sabtu, 9 Mei 2026 | 05:44 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) usai Rapat Tingkat Menteri Evaluasi Capaian Pelaksanaan Inpres Nomor 8 Tahun 2025 di Gedung
BP Jamsostek, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026). (KOMPAS.com/FIRDA JANATI)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) usai Rapat Tingkat Menteri Evaluasi Capaian Pelaksanaan Inpres Nomor 8 Tahun 2025 di Gedung BP Jamsostek, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026). (KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

 

RadarBangkalan.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan bahwa lebih dari 470 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru akan menerima bantuan sosial (bansos) pada triwulan kedua tahun 2026.

Penambahan penerima bansos tersebut terjadi setelah adanya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Baca Juga: Pelayanan PLN Bangkalan Disorot, Gangguan Listrik Dua Hari Tak Kunjung Ditangani

“Untuk triwulan kedua ini, ada lebih dari 470.000 Keluarga Penerima Manfaat baru yang mendapatkan bantuan, di mana mereka belum menerima bantuan pada triwulan pertama,” ujar Gus Ipul di Gedung BP Jamsostek, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026).

Pemutakhiran Data Dilakukan Setiap Triwulan

Gus Ipul menjelaskan bahwa perubahan penerima bansos merupakan hal yang wajar karena data selalu diperbarui setiap triwulan.

Baca Juga: Kapolres Bangkalan Gandeng Kepala Desa Berantas Curwan, PKDI Siap di Garda Terdepan

Menurutnya, penyaluran bansos oleh Kementerian Sosial selalu mengacu pada DTSEN terbaru yang telah dimutakhirkan oleh BPS bersama pemerintah daerah.

“Pasti ada perubahan-perubahan Keluarga Penerima Manfaat. Meskipun sebagian besar masih tetap pada KPM yang sudah menerima sebelumnya,” katanya.

Baca Juga: Cara Cek Penerima PKH dan BPNT Mei 2026, Ada 475 Ribu KPM Baru dari Kemensos

Pembaruan data dilakukan untuk memastikan bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang memenuhi syarat dan membutuhkan bantuan pemerintah.

Lebih dari 70 Ribu Operator Desa Terlibat

Dalam proses pemutakhiran data, Kemensos melibatkan lebih dari 70 ribu operator data desa di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Pria di Mojokerto Diduga Bunuh Ibu Mertua dan Lukai Istri karena Cemburu

Operator tersebut berperan membantu proses pembaruan data masyarakat, termasuk aktivasi, reaktivasi, hingga perubahan status penerima bantuan sosial.

“Dengan adanya operator data desa ini, masyarakat bisa lebih cepat jika memerlukan aktivasi, reaktivasi, atau memperbarui data,” jelas Gus Ipul.

Baca Juga: PSI Tak Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie, Kasus Video Jusuf Kalla Jadi Urusan Pribadi

Data Terintegrasi Lewat SIKS-NG

Seluruh data penerima bansos yang telah diperbarui kemudian dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) milik Kemensos.

Aplikasi tersebut telah terhubung dengan dinas sosial kabupaten/kota, pemerintah provinsi, hingga DTSEN yang dikelola BPS.

Baca Juga: iPhone 18 Pro Segera Rilis? Ini Bocoran Warna, Desain, dan Fitur Terbarunya

Melalui sistem itu, Kemensos dapat memantau usulan daerah serta perkembangan kondisi sosial ekonomi setiap keluarga penerima manfaat secara lebih akurat.

“Lewat aplikasi ini kami bisa mengukur usulan-usulan dari daerah dan melihat perkembangan sosial ekonomi setiap keluarga penerima manfaat,” ucapnya.

Baca Juga: DPR Soroti Nasib Guru Honorer Jelang 2027, Ketidakpastian Dinilai Masalah Konstitusional

Penambahan ratusan ribu KPM baru ini diharapkan dapat memperluas jangkauan perlindungan sosial pemerintah sekaligus memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.

Editor : Ubaidillah
#Bansos Triwulan II #KPM Baru #SIKS-NG Kemensos #bansos 2026 #DTSEN BPS