RadarBangkalan.id - Malam takbiran Iduladha selalu menghadirkan suasana khas yang penuh syiar dan gema pujian kepada Allah SWT. Namun, tidak sedikit orang yang hanya hafal bagian “Allahu Akbar”-nya saja dan masih ragu ketika bacaan takbir mulai panjang.
Padahal, memahami bacaan takbir lengkap beserta artinya dapat membuat ibadah di Hari Raya Kurban terasa lebih khusyuk dan mantap.
Baca Juga: Teks Takbiran Idul Adha Pendek dan Panjang Lengkap dengan Artinya
Kapan Takbir Iduladha Mulai Dikumandangkan?
Takbir Iduladha memiliki waktu yang lebih panjang dibandingkan takbir Idulfitri. Dalam tradisi Islam, takbir Iduladha dikenal sebagai takbir muqayyad.
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa takbir dimulai sejak Subuh hari Arafah pada 9 Dzulhijjah hingga waktu Asar pada hari Tasyrik terakhir, yaitu 13 Dzulhijjah.
Artinya, umat Islam disunnahkan untuk memperbanyak takbir selama kurang lebih lima hari, terutama setiap selesai salat fardhu.
Baca Juga: BGN Ancam Hentikan Operasional Dapur MBG yang Tak Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita
1. Bacaan Takbir Iduladha Versi Pendek
Versi pendek merupakan bacaan yang paling umum dikumandangkan saat malam takbiran maupun menjelang salat Iduladha.
Teks Arab
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Latin
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allahu akbar wa lillaahil hamd.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Sarden Kalengan Penyok, Ini Risiko BPA dan Kontaminasi Bakteri
Artinya
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah.”
2. Bacaan Takbir Iduladha Versi Panjang
Takbir versi panjang biasanya dikumandangkan di masjid atau musala dengan irama yang lebih panjang dan penuh penghayatan.
Baca Juga: Sariawan hingga Bibir Bengkak, Benarkah Kumur Air Garam Bisa Membantu?
Teks Arab
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Latin
Allahu akbaru kabiira, walhamdu lillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilaa. Laa ilaaha illallaahu wa laa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahuddiin walau karihal kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa a’azza jundah, wa hazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Baca Juga: Sariawan hingga Bibir Bengkak, Benarkah Kumur Air Garam Bisa Membantu?
Artinya
“Allah Maha Besar dengan segala kebesaran. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada pagi dan petang. Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama untuk-Nya walaupun orang-orang kafir membenci. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, memuliakan pasukan-Nya, dan menghancurkan musuh-musuh-Nya sendirian. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.”
Baca Juga: Kulit Sering Gatal dan Badan Linu, Apakah Tanda Imun Tubuh Bermasalah?
Amalan Sunnah Saat Iduladha
Selain memperbanyak takbir, ada sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk menghidupkan suasana Hari Raya Iduladha.
• Mengumandangkan takbir di rumah, masjid, maupun perjalanan
• Menjaga salat berjamaah selama malam takbiran
• Memperbanyak dzikir dan doa
• Menghadiri salat Iduladha
• Melaksanakan ibadah kurban bagi yang mampu
Dalam syiar takbiran, laki-laki dianjurkan mengeraskan suara takbir selama tetap menjaga kenyamanan lingkungan. Sementara perempuan cukup melafalkannya dengan suara lirih.
Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Perut pada Bayi, Kenali Penyebabnya Sejak Dini
Idul Adha menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak dzikir, rasa syukur, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Editor : Ubaidillah