RadarBangkalan.id – Emas batangan masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat. Di Indonesia, dua merek yang paling banyak beredar di pasaran adalah Antam dan UBS.
Meski sama-sama memiliki kadar emas 99,99 persen, keduanya memiliki sejumlah perbedaan yang perlu dipahami calon investor sebelum membeli.
Emas Antam diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk. (Antam), perusahaan pertambangan yang kini menjadi bagian dari holding industri pertambangan MIND ID.
Baca Juga: Harga Emas Melonjak, Minat Beli Masyarakat Turut Meningkat
Sementara itu, emas UBS diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera, perusahaan swasta asal Surabaya yang telah beroperasi sejak 1981 dan juga dikenal sebagai produsen perhiasan emas.
Perbedaan pertama terletak pada bentuk fisik. Emas Antam umumnya memiliki dimensi lebih kecil dengan ketebalan yang lebih besar. Sebaliknya, emas UBS dibuat lebih tipis dengan ukuran yang lebih lebar.
Kendati demikian, kedua produk sama-sama memiliki tingkat kemurnian hingga 99,99 persen atau setara emas 24 karat.
Dari sisi sertifikasi, emas Antam memiliki keunggulan karena mengantongi sertifikat London Bullion Market Association (LBMA).
Baca Juga: Cincin Emas Peniti Viral, Desain Unik Jadi Buruan Pencinta Perhiasan
Sertifikat tersebut membuat emas Antam lebih mudah diterima di pasar internasional sehingga memiliki likuiditas yang lebih luas.
Sementara itu, emas UBS menggunakan sertifikat yang diterbitkan oleh produsennya sendiri dan berlaku di pasar domestik.
Perbedaan lainnya terlihat pada harga. Di pasaran, emas Antam umumnya dipasarkan dengan harga lebih tinggi dibandingkan UBS untuk berat yang sama.
Selisih harga tersebut dipengaruhi oleh pengakuan merek, sertifikasi internasional, serta tingginya permintaan pasar terhadap produk Antam.
Baca Juga: Harga Emas Melemah Awal Juli, Antam Turun Rp 15 Ribu Per Gram
Dari sisi pembelian, emas Antam dapat diperoleh melalui butik Logam Mulia maupun jaringan distributor resmi di berbagai daerah.
Adapun emas UBS lebih banyak dipasarkan melalui toko emas dan sejumlah mitra penjualan resmi.
Pengamat menilai keduanya sama-sama layak dijadikan instrumen investasi. Selisih harga jual dan beli (spread) antara Antam dan UBS relatif tidak jauh berbeda.
Namun, Antam dinilai memiliki keunggulan dari sisi kemudahan transaksi karena lebih dikenal masyarakat dan memiliki pangsa pasar yang lebih luas.
Baca Juga: Resmi Berpisah dengan Madura United, Novan Setya Sasongko Tinggalkan Jejak Lebih dari 100 Laga
Di sisi lain, UBS menjadi alternatif bagi investor yang menginginkan harga beli lebih terjangkau dengan kadar emas yang tetap tinggi.
Produk ini juga banyak dipilih masyarakat yang baru mulai berinvestasi karena tersedia dalam berbagai pilihan ukuran.
Pada akhirnya, pilihan antara Antam dan UBS bergantung pada kebutuhan masing-masing investor.
Bagi yang mengutamakan kemudahan jual kembali hingga pasar internasional, Antam menjadi pilihan yang menarik.
Baca Juga: Zlatan Ibrahimovic Kritik Ronald Koeman Usai Belanda Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Sementara bagi investor yang ingin memperoleh emas dengan modal awal lebih rendah, UBS dapat menjadi opsi tanpa mengurangi kualitas kemurnian logam mulianya.
Editor : Ina Herdiyana