TNI Kerahkan 1.267 Personel Tangani Gempa NTT, Helikopter Bell 412 Disiapkan

Ubaidillah • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:24 WIB
TNI kerahkan 1.267 personel untuk tangani dampak gempa Magnitudo 7,7 di Flores, NTT. Penanganan meliputi pencarian korban dan dukungan logistik. (FOTO:Dok. Istimewa).
TNI kerahkan 1.267 personel untuk tangani dampak gempa Magnitudo 7,7 di Flores, NTT. Penanganan meliputi pencarian korban dan dukungan logistik. (FOTO:Dok. Istimewa).

 

RadarBangkalan.id - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 1.267 personel untuk membantu penanganan dampak gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Ribuan personel tersebut disebar ke sejumlah kabupaten yang terdampak gempa berkekuatan Magnitudo 7,7.

Gempa utama mengguncang sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu dini hari. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah NTT hingga Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal, 50 Ribu Paket Sembako Dikirim

 

Peringatan dini tsunami kemudian dinyatakan berakhir. Namun, BMKG melaporkan adanya kenaikan ombak yang menerpa sejumlah wilayah pesisir.

1.267 Personel TNI Disebar ke Sejumlah Kabupaten

Berdasarkan data Pusat Penerangan TNI, personel yang dikerahkan tersebar di beberapa wilayah terdampak.

Sebanyak 263 personel ditempatkan di Kabupaten Sikka, 105 personel di Kabupaten Ngada, 400 personel di Kabupaten Nagekeo, dan 120 personel di Kabupaten Ende.

Baca Juga: Gempa M 7 Guncang NTT, 47 Orang Tewas dan 346 Rumah Rusak

Selain itu, sebanyak 295 personel dikerahkan ke Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, sedangkan 84 personel ditempatkan di Kabupaten Manggarai Barat.

Personel TNI bekerja bersama Basarnas, BPBD, instansi terkait, dan masyarakat untuk melakukan pencarian serta penanganan korban. Mereka juga membantu proses perawatan korban dan menangani kerusakan yang terjadi akibat gempa.

Baca Juga: Viral di Singapura, Lansia Belajar Parkour untuk Jaga Keseimbangan dan Cegah Cedera

TNI Siapkan Kendaraan dan Tenda Lapangan

Selain mengerahkan personel, TNI menyiapkan berbagai peralatan untuk mendukung operasi kemanusiaan. Sebanyak 89 unit kendaraan dikerahkan, sementara 21 tenda lapangan didirikan di sejumlah lokasi.

TNI juga menyiapkan 120 velbed untuk mendukung kebutuhan penanganan korban di wilayah terdampak.

Posko dan dapur lapangan turut dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa, terutama warga yang harus mengungsi setelah gempa mengguncang wilayah Flores.

Baca Juga: IDI Buka Suara soal Konten Fahira Almira, Tegaskan Kritik Pasien Tidak Perlu Dibawa ke Ranah Hukum

TNI AL Siapkan Helikopter Bell 412

TNI Angkatan Laut juga menyiapkan satu unit helikopter Bell 412 dari Lanudal Juanda untuk mendukung operasi penanggulangan bencana di Flores.

Helikopter tersebut akan digunakan untuk membantu mobilitas personel sekaligus mendukung distribusi bantuan dan kebutuhan lainnya ke wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Pengerahan personel dan peralatan TNI menjadi bagian dari respons terpadu untuk mempercepat pencarian, evakuasi, perawatan korban, hingga proses pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.

Baca Juga: Benarkah Makan Telur Bikin Bisulan? Kepala BGN dan Dokter Gizi Beri Penjelasan Ilmiah

BNPB Catat Korban Gempa NTT

Sementara itu, BNPB pada Sabtu pukul 12.30 WIB mencatat 14 orang meninggal dunia akibat gempa NTT. Data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi, dan validasi di lapangan.

Korban meninggal sementara tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak 3 orang, Manggarai 6 orang, dan Manggarai Timur 5 orang.

Selain korban meninggal, BNPB mencatat 2 orang mengalami luka berat dan 11 orang mengalami luka ringan. Korban luka dilaporkan berada di Sikka, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Baca Juga: Investasi Industri China di Bangkalan Disambut HIPMI, Dinilai Buka Banyak Lapangan Kerja

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah proses verifikasi selesai.

Sekitar 2.000 warga juga dilaporkan mengungsi atau melakukan evakuasi mandiri setelah merasakan guncangan kuat dan menyusul peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan.

Editor : Ubaidillah
bantuan kemanusiaan ntt gempa bumi tni evakuasi