KUBU RAYA, RadarBangkalan.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berdampak terhadap kualitas udara di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kondisi tersebut membuat pemerintah kabupaten mengarahkan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring demi menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik.
Yupyihi, S.Pd., Kepala SDN 33 Kecamatan Kubu, mengatakan kondisi kabut asap di wilayahnya cukup parah. Menurut dia, kabut asap tidak hanya berasal dari titik panas yang ditemukan di Kecamatan Kubu, tetapi juga dari sejumlah titik panas di wilayah sekitar.
Kabut asap yang tebal berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat yang terdampak. Paparan dalam kondisi lebih berat dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan hingga berdampak terhadap fungsi paru.
“Sementara ini kami dr guru tidak ada masalah di pernafasan, hanya mata agak perih kalau sering keluar.” tambahnya kepada kami.
Baca Juga: Manchester United Hancurkan Sabah 4-0, Akhiri Puasa Gol di Liga Champions
Yupyihi atau yang akrab disapa Pak Yupi mengatakan kegiatan belajar mengajar secara daring telah berlangsung kurang lebih satu bulan. Menurut dia, pembelajaran daring tetap membutuhkan perhatian karena tidak semua kegiatan belajar dapat berlangsung efektif secara online.
Secara teknis, guru memberikan tugas kepada peserta didik melalui grup WhatsApp wali murid. Aktivitas belajar kemudian dibantu oleh wali murid di rumah masing-masing.
Namun, pelaksanaan pembelajaran daring masih menghadapi sejumlah kendala. Keterbatasan sinyal dan kuota internet menjadi salah satu persoalan, bahkan beberapa wali murid harus menumpang perangkat telepon seluler milik wali murid terdekat.
Kondisi tersebut menunjukkan dampak karhutla tidak hanya menyentuh persoalan lingkungan. Kabut asap juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat serta mengganggu sektor pendidikan.
Baca Juga: Karantina Jatim Gagalkan Penyelundupan Puluhan Hewan ke NTT, Terungkap dari Tanjung Perak
Yupyihi berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap persoalan karhutla dan kabut asap yang terjadi di Kalimantan. Dia juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi pada masa mendatang.
“Harapan kami ya ada perhatian khusus dr pemerintah mengatasi masalah ini dan semoga tidak terulang lagi kedepannya.” Harapan tersebut disampaikan Pak Yupi kepada pemerintah daerah hingga pemerintah pusat terkait persoalan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. (Ahmad Naufal)
Editor : Hendriyanto