RadarBangkalan.id - Sensasi Live TikTok oleh Anies Baswedan mengguncang dunia maya dan menciptakan fenomena baru yang diberi nama Anies Bubble.
Keberhasilan ini dianggap sebagai pukulan telak terhadap branding gemoy Prabowo Subianto, menarik perhatian khususnya dari kalangan Generasi Z netizen.
Momentum yang mencengangkan ini terjadi setelah Anies Baswedan melakukan siaran langsung pertamanya di platform TikTok pada Jumat, 29 Desember 2023.
Meski baru memasuki dunia TikTok, Anies Baswedan berhasil mencuri perhatian dengan kemunculan Anies Bubble, yang kabarnya berhasil menarik perhatian Generasi Z yang sebelumnya banyak mendukung Prabowo Subianto dengan narasi gemoy.
Baca Juga : Gempa Berkekuatan 5 Magnitudo Guncang Kupang dan Pangandaran, Menyulut Kekhawatiran di Beberapa Wilayah Indonesia
Respon terhadap popularitas Anies Baswedan di kalangan Generasi Z meledak di media sosial, terutama di Twitter.
Netizen sepakat bahwa Anies Baswedan berhasil mengubah paradigma kampanye menjadi lebih asik dan demokratis.
Menariknya, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar diketahui memiliki dana kampanye yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan dua pasangan calon lainnya.
Namun, ketertarikan publik terhadap Anies Baswedan setelah live TikTok terjadi secara alami, tanpa campur tangan buzzer.
Baca Juga : Presiden Jokowi Membangun Optimisme untuk Perekonomian Maju di Tahun 2024
Sebuah komentar dari akun Twitter @blckdandelion menggambarkan fenomena ini, Gokilll kampanye milyaran kalah sama live tiktok dan anies bubble yg gratisan.
Organik lagi pergerakannya.. bener2 ngubah cara kampanye 2024 nih. desak anies juga makin rame. saluttt.
Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Said Didu, yang menyindir pasangan Prabowo-Gibran yang menghabiskan biaya kampanye hingga Rp31,4 miliar.
Iklan Gemoy yg habiskan dana ratusan milyar langsung tenggelam oleh Tik-Tok gratisan, tulis @msaid_didu.
Baca Juga : CPNS 2024 Kembali Dibuka: Bersiaplah untuk Menjadi PNS atau PPPK
Sebelumnya, branding Prabowo Subianto di media sosial TikTok dan di kalangan Generasi Z terkait erat dengan istilah 'gemoy'.
Istilah tersebut merujuk pada penampilan fisik Prabowo Subianto dan gaya berjalan yang dianggap menggemaskan oleh netizen.
Namun, setelah Live TikTok Anies Baswedan, kalangan Generasi Z dan penggemar K-Pop mulai melirik pasangan nomor urut 1 tersebut.
Sebuah komentar dari akun Twitter @Mrs_Yoongiii menyiratkan perubahan preferensi, Capek² angkat gemoy sbg sosok Ayah, eh malah Anies yg dinobatkan jd Abah Nasional.
Capek² bikin gimmick joget², eh rakyat malah pilih yg ga tau cara matiin live. Bahasa marketingnya, rakyat lebih suka produk yg realpict.
Dengan demikian, Anies Bubble dan Live TikTok Anies Baswedan telah menciptakan dinamika baru dalam kampanye politik dengan berhasil menggeser citra gemoy Prabowo Subianto di kalangan Generasi Z netizen.
Perubahan paradigma kampanye ini memberikan sinyal bahwa faktor kreativitas dan keterlibatan organik dapat menjadi kunci sukses dalam meraih dukungan publik di era digital ini. ***