News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Rahasia Jepang dalam Mengurangi Kerusakan dan Korban Akibat Gempa Bumi

Azril Arham • Kamis, 4 Januari 2024 | 22:40 WIB
Ilustrasi Kesiapan Jepang Hadapi Gempa Bumi
Ilustrasi Kesiapan Jepang Hadapi Gempa Bumi

RadarBangkalan.id - Awal tahun 2024 membawa tantangan serius bagi Jepang, khususnya wilayah Ishikawa yang dilanda gempa bumi pada 1 Januari dengan kekuatan magnitudo 7,4.

Meskipun menjadi cobaan yang sulit, Jepang mampu menghadapinya dengan keberanian dan efisiensi yang luar biasa, meminimalisir jumlah korban jiwa.

Peristiwa serupa terjadi pada 11 Maret 2011, ketika Jepang bangkit setelah gempa magnitudo 9,0 dan tsunami mengguncang negara tersebut.

Pertanyaannya, apa yang membuat Jepang begitu tangguh dalam mengatasi bencana gempa?

Menurut laporan dari BBC pada Kamis (4/1/2024), kunci keberhasilan Jepang adalah "Kesiapan".

Negara ini terletak di pertemuan empat lempeng tektonik utama Bumi dan dikenal sebagai salah satu wilayah paling aktif secara seismik.

Sebagai respons terhadap potensi risiko gempa, Jepang telah melakukan investasi besar dalam pembangunan infrastruktur yang tangguh dan telah menerapkan aturan ketat dalam konstruksi bangunan melalui building codes yang ketat.

Warga Jepang telah terlatih dengan baik untuk merespons guncangan, dan negara ini memiliki salah satu sistem peringatan dini gempa tercanggih di dunia.

Saat gempa terdeteksi, sistem ini memberikan peringatan melalui berbagai media seperti TV, radio, dan jaringan seluler dengan durasi 10 hingga 20 detik sebelum guncangan paling parah terjadi.

Meskipun tidak mungkin memprediksi waktu dan skala gempa, pemberitahuan tersebut memberikan cukup waktu bagi warga untuk melakukan evakuasi dan melindungi diri.

Gempa bumi dahsyat yang melanda Prefektur Ishikawa pada 1 Januari 2024, dengan kekuatan awal 7,6, menyebabkan pergeseran daratan di wilayah Noto sekitar 1,3 meter ke arah barat.

Otoritas Informasi Geospasial Jepang (GSI) melakukan analisis menggunakan data GPS untuk memahami dampak pergerakan tanah setelah gempa.

Hasil analisis menunjukkan pergeseran signifikan di berbagai lokasi, termasuk Kota Wajima, Kota Anamizu, dan Kota Suzu.

Meskipun Jepang telah berhasil meminimalisir jumlah korban jiwa, laporan terbaru menyebutkan bahwa jumlah kematian terus bertambah, dengan sedikitnya 48 orang dilaporkan tewas.

Ribuan bangunan, kendaraan, dan perahu juga mengalami kerusakan. Pihak berwenang memperingatkan masyarakat tentang risiko gempa susulan dan meminta mereka menjauh dari rumah mereka.

Pemerintah Jepang telah merespons dengan cepat, mengirimkan 1.000 tentara ke zona bencana untuk melakukan upaya penyelamatan.

Perdana Menteri Fumio Kishida menekankan bahwa menyelamatkan nyawa adalah prioritas utama, dan militer Jepang bersiap untuk membantu korban sebaik mungkin.

Gempa bumi sering melanda Jepang karena posisinya di sepanjang "Cincin Api," suatu wilayah yang rentan terhadap aktivitas gunung berapi dan patahan di Cekungan Pasifik.

Dalam sehari terakhir, negara ini bahkan telah mengalami sekitar seratus gempa susulan, menunjukkan tingkat risiko yang masih tinggi.

Presiden AS Joe Biden menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan kepada Jepang, menggarisbawahi pentingnya kerjasama internasional dalam menghadapi bencana alam.

Dengan semua ini, kesiapan dan infrastruktur tangguh menjelma sebagai fondasi utama yang memungkinkan Jepang untuk bertahan dari guncangan gempa dan memitigasi dampaknya secara efektif. ***

Editor : Azril Arham
#Ishikawa #jepang #korban jiwa #infrastruktur #gempa bumi