News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Perang! Korea Utara vs Korea Selatan Memanas, 200 Peluru Artileri Berhasil Korut Luncurkan ke Garis Batas Utara

Ubaidillah • Sabtu, 6 Januari 2024 | 04:01 WIB
Korea Utara tembakkan artileri ke Korea Selatan, Jumat (5/1/2023).  (Foto: pbs/kcna)
Korea Utara tembakkan artileri ke Korea Selatan, Jumat (5/1/2023).  (Foto: pbs/kcna)

RadarBangkalan.id - Tindakan provokatif terbaru dari Korea Utara melibatkan tembakan sebanyak 200 peluru artileri ke wilayah Korea Selatan, yang menyebabkan militer Korea Selatan menginstruksikan penduduk di dua pulau terdekat untuk segera mencari perlindungan. Peluru-peluru tersebut jatuh di utara perbatasan yang disengketakan, dikenal sebagai Garis Batas Utara, antara pukul 09.00 dan 11.00 waktu setempat.


Baca Juga : Prosesi Pemakaman Jenazah Lukas Enembe Ricuh: Pj Gubernur, Brimob dan TNI Terluka

Meskipun serangan ini, yang terjadi sehari setelah Korea Selatan dan Amerika Serikat menyelesaikan latihan militer gabungan, tidak menimbulkan korban jiwa, militer Korea Selatan dengan tegas menuduh Korea Utara telah "mengancam perdamaian dan meningkatkan ketegangan." Komitmen untuk mengambil "langkah-langkah yang sesuai" diumumkan sebagai respons terhadap tindakan provokatif tersebut.

Baca Juga : KPU Merespons Somasi Roy Suryo Terkait Pernyataan KPU

Pejabat pemerintah Korsel di wilayah Yeonpyeong, Ji Young-hyeon, mengungkapkan bahwa militer meminta bantuan dalam evakuasi penduduk sebagai langkah pencegahan jika Korea Utara merespons serangan tersebut dengan tindakan lebih lanjut. Siaran peringatan untuk berlindung secara berkala dikeluarkan untuk masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya evakuasi.

Baca Juga : Potensi Pemotongan Tunjangan ASN Jika Melanggar Kode Etik Netralitas dan Disiplin

Penduduk di pulau-pulau tersebut, terutama yang pernah mengalami serangan artileri dan roket Korea Utara pada tahun 2010, sudah terbiasa dengan perintah untuk meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan bawah tanah. Serangan tersebut pada waktu itu menewaskan dua warga sipil Korea Selatan dan dua marinir, dan sebagai respons, Korea Selatan melancarkan serangan balasan ke pantai Korea Utara dengan artileri.

Tembakan artileri yang terjadi saat ini adalah yang pertama sejak Korea Utara membatalkan perjanjian dengan Korea Selatan pada tahun 2018 untuk menghentikan permusuhan di dekat perbatasan. Korea Selatan sendiri telah menangguhkan sebagian perjanjian tersebut pada bulan November sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan, memungkinkan mereka untuk melakukan penerbangan pengawasan di dekat perbatasan guna memantau aktivitas militer Korea Utara yang memiliki senjata nuklir.

Baca Juga : Tok! Insentif Guru Ngaji Siap Direalisasikan Paslon No. Urut 3 Ganjar-Mahfud

Korea Utara, dalam reaksinya terhadap latihan militer gabungan yang baru-baru ini berlangsung, bersumpah akan melakukan pembalasan, menyebut musuh-musuhnya sebagai "anjing gila" yang "hanya akan menderita saat-saat paling menyakitkan." Tindakan ini menandai perubahan dramatis dalam situasi di Semenanjung Korea, terutama setelah Korea Utara mengumumkan diakhirinya seluruh perjanjian yang ada.

Penting untuk dicatat bahwa sejak berakhirnya Perang Korea melalui gencatan senjata pada tahun 1953, tidak pernah ada kesepakatan antara Korea Utara dan Komando PBB tentang perbatasan laut di lepas pantai barat Semenanjung Korea. Meskipun Garis Batas Utara diberlakukan sebagai perbatasan sementara, Korea Utara tetap bersikeras bahwa perbatasannya melampaui garis tersebut, menambah kompleksitas dalam mencapai kesepakatan yang dapat menciptakan stabilitas di kawasan tersebut. Situasi ini terus menghadirkan tantangan yang kompleks dan berpotensi memicu ketegangan lebih lanjut di masa depan.

Editor : Ubaidillah
#korea utara #korea selatan #korsel #korut