News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Urine Anda Berwarna Kuning? Ini yang Dikatakan Penelitian Terbaru dari AS

Azril Arham • Selasa, 9 Januari 2024 | 20:09 WIB
Urine Anda Berwarna Kuning? Ini yang Harus Anda Ketahui dari Studi Baru yang Dilakukan oleh Universitas Maryland dan NIH.
Urine Anda Berwarna Kuning? Ini yang Harus Anda Ketahui dari Studi Baru yang Dilakukan oleh Universitas Maryland dan NIH.

RadarBangkalan.id - Selama ini, warna urine dianggap sebagai indikator kesehatan yang penting, dan variasi warna urine digunakan dalam mendiagnosis berbagai penyakit.

Belakangan ini, sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Maryland Amerika Serikat dan Institut Kesehatan Nasional berhasil mengungkap misteri di balik warna kuning pada urine.

Urine, sebagai produk limbah cair yang dihasilkan oleh ginjal, terdiri dari air, elektrolit, dan produk sisa metabolisme.

Fungsinya sangat penting dalam menjaga keseimbangan internal tubuh dan mengeluarkan zat-zat berlebih.

Komponen utama urine adalah air, yang memfasilitasi pembuangan bahan limbah seperti urea, kreatinin, amonia, dan berbagai garam.

Urea, yang merupakan produk sampingan dari metabolisme protein, memberikan bau khas seperti amonia pada urine.

Peran ginjal dalam mengatur konsentrasi dan komposisi urine sangat vital untuk memastikan pembuangan racun, menjaga nutrisi penting, dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Warna, bau, dan komposisi urine bukan hanya sekadar parameter kesehatan, tetapi juga dapat menjadi indikator status hidrasi, kebiasaan makan, dan kesehatan secara keseluruhan.

Produksi dan ekskresi urine yang teratur menjadi bagian integral dari detoksifikasi tubuh dan proses homeostatis, yang berkontribusi pada pemeliharaan fungsi fisiologis yang optimal.

Menurut para ilmuwan, enzim mikroba yang disebut bilirubin reduktase adalah yang bertanggung jawab atas warna kuning pada urine.

"Penemuan enzim ini akhirnya mengungkap misteri di balik warna kuning urine," ungkap Brantley Hall, seorang asisten profesor di Departemen Biologi Sel dan Genetika Molekuler Universitas Maryland.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Microbiology.

Bilirubin reduktase merupakan enzim yang terlibat dalam metabolisme bilirubin, pigmen kuning yang berasal dari pemecahan heme dalam sel darah merah.

Enzim ini mengkatalisis reduksi biliverdin, pigmen hijau, menjadi bilirubin yang berwarna kuning.

"Konversi enzimatik ini merupakan langkah penting dalam proses katabolisme heme, yang terjadi di hati dan jaringan lainnya. Bilirubin, setelah terbentuk, diproses lebih lanjut di hati dan dikeluarkan dari tubuh melalui empedu," tambahnya.

Gangguan dalam metabolisme bilirubin dapat menyebabkan penyakit kuning dan kondisi kesehatan lain yang terkait dengan ketidakseimbangan kadar bilirubin.

Pigmen oranye terang yang disebut bilirubin diproduksi sebagai produk sampingan ketika sel darah merah menurun setelah umur enam bulan.

Biasanya, bilirubin disekresi ke dalam usus dan diarahkan untuk dieksresi, tetapi dapat juga diserap kembali sebagian.

Reabsorpsi berlebihan bisa menyebabkan penumpukan bilirubin dalam darah dan menyebabkan penyakit kuning, yang ditandai dengan kulit dan mata yang menguning.

Setelah berada di usus, flora mikroba di dalamnya mengubah bilirubin menjadi molekul lain.

"Mikroba usus mengkode enzim bilirubin reduktase yang mengubah bilirubin menjadi produk sampingan tidak berwarna yang disebut urobilinogen. Molekul ini kemudian secara spontan terdegradasi menjadi urobilin, yang bertanggung jawab atas warna kuning yang akrab pada urine," jelas para peneliti.

Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh manusia, terutama dalam membentuk warna urine, yang selama ini dianggap sebagai hal yang sederhana namun ternyata melibatkan interaksi kompleks antara enzim, pigmen, dan mikroba dalam sistem pencernaan. ***

Editor : Azril Arham
#urine #penyakit #penelitian #kesehatan #metabolisme #Universitas Maryland Amerika Serikat