News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Ketegangan di Laut Merah dan Libya Guncang Harga Pasar Minyak Global

Raditya Mubdi • Selasa, 16 Januari 2024 | 21:35 WIB
Harga Pasar Minyak Global
Harga Pasar Minyak Global

RadarBangkalan.id - Harga pasar minyak mentah dunia  atau global mengalami penurunan pada awal pekan ini, Senin atau Selasa pagi waktu Indonesia, akibat dampak dari konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Kenaikan 2 persen pada minggu sebelumnya mendorong aksi ambil untung, memicu penurunan harga minyak.

Menurut sumber dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent mengalami penurunan sebesar 0,2 persen atau 14 sen menjadi USD 78,15 per barel.

Sementara harga acuan West Texas Intermediate AS turun sekitar 0,3 persen atau 18 sen, mencapai USD 72,50 pada pukul 15.13 EST. Kedua harga minyak acuan ini turun lebih dari USD 1 per barel di awal sesi.

Konflik di Timur Tengah turut mempengaruhi pergerakan kapal tanker, di mana beberapa pemilik kapal tanker menghindari Laut Merah dan mengubah arah perjalanan sebagai respons terhadap serangan yang dilancarkan oleh AS dan Inggris terhadap sasaran Houthi di Yaman.

Serangan ini berlangsung setelah kelompok yang bersekutu dengan Iran menyerang kapal-kapal sebagai respons terhadap perang Israel melawan Hamas di Gaza.

Dampak konflik tersebut juga terasa pada setidaknya empat kapal tanker gas alam cair yang melakukan perjalanan di wilayah tersebut.

Tamas Varga dari pialang minyak PVM menyatakan, "Realisasi bahwa pasokan minyak tidak terkena dampak buruk menyebabkan pembeli mengambil keuntungan pada minggu lalu, dan penurunan ini agak diperburuk oleh dolar yang sedikit lebih kuat."

Kepala perunding Houthi Yaman memperingatkan bahwa serangan terhadap kapal-kapal yang menuju Israel akan terus berlanjut, menambah ketegangan dalam situasi regional.

Meskipun belum ada laporan kehilangan pasokan minyak, gangguan pengiriman secara tidak langsung memperketat pasar dengan menahan 35 juta barel di laut, karena pengiriman harus menghindari rute melalui Laut Merah.

Sementara itu, di Libya, protes terhadap dugaan korupsi mengancam menutup dua fasilitas minyak dan gas lagi setelah sebelumnya menutup ladang Sharara yang mampu memproduksi 300.000 barel per hari pada 7 Januari.

Di Amerika Serikat dan Kanada, cuaca dingin menghambat produksi minyak. Produksi minyak Dakota Utara mengalami penurunan signifikan sebesar 400.000-425.000 barel per hari akibat cuaca dingin ekstrem dan masalah operasional terkait.

"Cuaca dingin berdampak pada produksi, namun (harga) tampaknya turun karena persepsi bahwa cuaca dingin ini akan segera berakhir," ungkap Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago.

Situasi ini memberikan dinamika tambahan pada pasar minyak dunia yang tengah dipenuhi ketidakpastian.***

Editor : Raditya Mubdi
#minyak #global #harga #pasar