News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Ancaman AI! AI Mulai Menggantikan Pekerjaan, Google PHK Ratusan Staf

Ubaidillah • Kamis, 18 Januari 2024 | 00:29 WIB
Ancaman AI! AI Mulai Menggantikan Pekerjaan, Google PHK Ratusan Staf. (Foto : businessinsider.sg)
Ancaman AI! AI Mulai Menggantikan Pekerjaan, Google PHK Ratusan Staf. (Foto : businessinsider.sg)

RadarBangkalan.id - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini tidak hanya menjadi terobosan positif, tetapi juga menghadirkan ancaman serius terhadap lapangan pekerjaan.

Salah satu perusahaan teknologi terkemuka, Google Inc., yang berbasis di Amerika Serikat, baru-baru ini mengambil langkah drastis dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan staf di divisi pemasaran sebagai bagian dari restrukturisasi bisnisnya.


Baca Juga : HUT RI ke-79 akan Digelar di IKN, Nantikan Kemeriahannya di Agustus 2024 Mendatang

Pengumuman resmi mengenai PHK ini disampaikan oleh juru bicara Google, Chris Pappas, pada Rabu (17/1/2024).

Menurutnya, "Beberapa ratus peran karyawan di tim penjualan periklanan akan dihilangkan secara global sebagai bagian dari perubahan."

Keputusan ini merupakan tindakan kedua dari Google sejak awal tahun 2024, setelah pekan sebelumnya perusahaan Alphabet (induk dari Google) memberhentikan 1.000 karyawannya di unit-unit seperti tim Voice Assistant, divisi pengembangan teknologi augmented reality, dan tim perangkat keras yang bertanggung jawab atas produk Pixel, Nest, dan Fitbit.

Baca Juga : Jual Ginjal untuk Biaya Kampanye Politik, Keputusan Miris Erfin Dewi Sudanto Seorang Caleg di Bondowoso

Setelah PHK massal ini, Google berencana untuk terus melakukan pemangkasan karyawan di beberapa divisi selama tahun 2024.

Meskipun hingga saat ini juru bicara perusahaan enggan mengungkapkan jumlah pasti karyawan yang terkena PHK, terdapat kabar bahwa Google akan mengisi kekosongan peran dengan lebih menekankan pertumbuhan perusahaan melalui adopsi teknologi AI.

Baca Juga : Carok: Sejarah dan Filosofi di Balik Tradisi Madura yang Unik dan Menarik

Meskipun teknologi AI tidak dapat sepenuhnya menggantikan semua peran karyawan, Google berdalih bahwa adopsi ini dapat meningkatkan efisiensi perusahaan.

Dengan demikian, Google berharap dapat mengatasi pembengkakan kerugian di tengah lonjakan inflasi pasar global.

Tidak hanya Google, sejumlah perusahaan global juga telah mengambil langkah serupa dengan melakukan PHK demi mengadopsi teknologi AI.

Sebagai contoh, pada tahun 2023, CNET, kantor berita teknologi asal Amerika, melakukan PHK terhadap sejumlah karyawan.

Dropbox Inc., perusahaan penyimpanan cloud terkemuka, baru-baru ini mengumumkan rencana pemangkasan karyawan dengan mengurangi pekerja globalnya sebesar 16 persen atau sekitar 500 staf.

Demikian pula, Spotify turut merumahkan 1.500 karyawan setelah melakukan investasi besar-besaran pada teknologi kecerdasan buatan guna meningkatkan margin bagi divisi podcasting dan audiobook.

Baca Juga : Penggerebekan Tempat Kos Mesum di Jombang, Tujuh Pasangan Diciduk Warga, Salah Satunya Anak SMP

Sebelum tren PHK meningkat akibat adopsi AI, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) telah memberikan peringatan kepada pekerja global di negara maju dan berkembang untuk bersiap menghadapi gelombang PHK.

Ekonom David Autor, yang melakukan studi terkait adopsi AI, menjelaskan bahwa 60 persen pekerja di masa depan akan menghadapi badai PHK secara besar-besaran.

Peringatan ini dikeluarkan karena 800 perusahaan dunia telah memilih mengadopsi teknologi kecerdasan buatan daripada melakukan rekrutmen karyawan.

Dengan demikian, perkembangan teknologi AI tidak hanya membawa kemajuan, tetapi juga menghadirkan tantangan serius dalam dunia pekerjaan global.

Editor : Ubaidillah
#phk #ai #google