News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Toto Nugroho: Optimisme Tingginya Permintaan Nikel di Pasar Global

Ubaidillah • Kamis, 25 Januari 2024 | 04:28 WIB
ILUSTRASI Ekspor nikel sulfat. (Foto: Jawapos.com)
ILUSTRASI Ekspor nikel sulfat. (Foto: Jawapos.com)

RadarBangkalan.id - Harga nikel dunia telah mengalami penurunan sejak Maret 2022, mencapai puncaknya pada USD 47.587 per ton. Menurut situs Trading Economics, pada Rabu (24/1/2024),

harga nikel dunia tercatat sebesar USD 15.765 per ton.

 Baca Juga: Kesedihan Keluarga Korban Carok di Bangkalan Pasca 1 Minggu Masih Diwarnai Isak Tangis: Tahlilan Mat Tanjar Jadi Sorotan

Meski harga nikel menurun, Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Toto Nugroho tetap yakin bahwa permintaan nikel untuk pasar baterai kendaraan listrik terus meningkat.

Menurut Toto, data WoodMac 2023 menunjukkan bahwa kebutuhan nikel untuk industri baterai sekitar 480 kilo ton (kt) atau sekitar 15% dari konsumsi nikel global.

"Ia diperkirakan akan terus meningkat, dan pada tahun 2030, kebutuhan nikel untuk industri baterai mencapai 1.260 kt atau sekitar 26% dari konsumsi nikel global," kata Toto pada Rabu (24/1).

Peningkatan permintaan ini, menurut Toto, didorong oleh komitmen global untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi energi bersih.

"Dengan komitmen global untuk mengurangi emisi dan mengadopsi kendaraan listrik, permintaan untuk baterai EV akan terus meningkat,

yang pada gilirannya akan mendorong permintaan terhadap nikel," ujar Toto.

Indonesia, dengan kapasitas produksi yang besar dan sumber daya nikel yang melimpah, berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan tren ini.

Menurut Toto, Indonesia dapat memperkuat perannya sebagai pemain kunci dalam rantai pasokan baterai EV global,

tidak hanya memenuhi permintaan domestik tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan global akan nikel berkualitas tinggi.

Baca Juga: Mulai Terungkap Hubungan Hafid Salah Satu Korban Carok Mengerikan di Bangkalan dengan Tersangka Hasan Busri dan Wardi

"I ndonesia sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia, memainkan peran kunci dalam menyediakan nikel berkualitas yang dibutuhkan untuk pembuatan baterai lithium-ion,

yang merupakan komponen vital untuk baterai kendaraan listrik. Nikel meningkatkan densitas energi baterai yang sangat penting untuk meningkatkan jangkauan dan efisiensi EV," kata Toto.

Sebelumnya, turunnya harga nikel dunia telah dikaitkan dengan "kebanjiran" pasokan nikel dari Indonesia. Thomas Lembong, Co-Captain Timnas Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN),

menyatakan bahwa penurunan harga nikel saat ini disebabkan oleh kelakuan ugal-ugalan dalam hilirisasi nikel di Indonesia.

Meskipun demikian, pasar nikel untuk baterai kendaraan listrik (EV) global menunjukkan tren peningkatan.

Data WoodMac tahun 2023 menunjukkan bahwa kebutuhan nikel untuk industri baterai sekitar 480 kt atau sekitar 15% dari konsumsi nikel global.

Diperkirakan bahwa jumlah ini akan terus meningkat, mencapai kebutuhan nikel sebesar 1.260 kt atau sekitar 26% dari konsumsi nikel global pada tahun 2030.

Nikel menjadi sumber daya mineral strategis di pasar global, terutama sebagai bahan baku penting untuk industri baterai kendaraan listrik dan pembangkit energi geotermal.

Permintaan terhadap nikel diprediksi akan terus meningkat seiring dengan peningkatan tren energi baru terbarukan (EBT).

Menurut International Energy Agency (IEA), permintaan nikel untuk teknologi bersih diharapkan tumbuh hingga 20 kali lipat hingga tahun 2040.

Diperkirakan penjualan nikel dari Asia Tenggara pada tahun 2030 mencapai 36,6 miliar dolar AS, meningkat lagi menjadi 40,8 miliar dolar AS pada tahun 2050. Indonesia, sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia,

diharapkan menjadi negara yang sangat diuntungkan oleh peningkatan permintaan ini.

LFP (Lithium Iron Phosphate) diperkirakan akan mendominasi pasar global pada tahun 2027.

Namun, permintaan terhadap LFP diyakini tidak akan mengurangi permintaan terhadap nikel.

Nikel tetap menjadi bahan baku dasar untuk baterai listrik kendaraan besar, seperti bus dan truk, sedangkan LFP akan lebih diminati sebagai bahan baku kendaraan pribadi.

Editor : Ubaidillah
#kendaraaan Listrik #Permintaaan #nikel #harga naik #hiliisasi #Nikel Indonesia