News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Ilmu Kebal Bukan Untuk Carok, Berikut Sejarah Gelap Ilmu Kebal yang Tewas di Tangan Warga

Azril Arham • Sabtu, 3 Februari 2024 | 02:50 WIB
Mengerikan! Ilmu Kebal Berujung Maut, Pencari Ilmu Kebal Tewas Bukan karena Carok Tapi Diamuk Warga.(Ilustrasi: Freepik)
Mengerikan! Ilmu Kebal Berujung Maut, Pencari Ilmu Kebal Tewas Bukan karena Carok Tapi Diamuk Warga.(Ilustrasi: Freepik)

RadarBangkalan.id - Ilmu kebal kembali menjadi perbincangan hangat setelah terjadi tragedi carok massal di Bangkalan, Madura yang melibatkan dua tokoh terkenal, yaitu Hasan Tanjung dan Mat Tanjar pada Januari 2024 yang lalu.

Mat Tanjar, yang dikenal sebagai pendekar paling ditakuti di desa Bumi Anyar, harus menanggung nasib tragisnya setelah tewas dalam sebuah duel carok melawan Hasan Tanjung.

Sebelumnya, Mat Tanjar sempat diisukan memiliki ilmu kebal yang membuatnya begitu dihormati di desanya.

Namun, kejadian tersebut mengubah persepsi masyarakat terhadap kekebalan Mat Tanjar.

Channel Youtube Pupung Widiyapurnama bahkan menyebut bahwa Mat Tanjar sebenarnya memiliki ilmu kebal, namun sayangnya kekuatannya tidak berfungsi maksimal dalam pertarungan melawan Hasan.

"Walau Mat Tanjar dikenal sebagai jawara dan guru silat dengan ilmu kebal, namun saat itu kekuatannya tak maksimal dan tidak berfungsi hingga akhirnya jebol juga," ucap sang narator.

Dalam duel sengit tersebut, Hasan terus mengayunkan celuritnya secara membabi buta ke arah Mat Tanjar.

Meski awalnya Mat Tanjar memiliki reputasi sebagai pendekar yang tak terkalahkan, namun akhirnya pertahanan ilmu kebalnya mulai melemah hingga tembus terkena serangan Hasan.

"Mendapat sabetan berkali-kali dari Hasan, akhirnya pertahanan ilmu kebal Mat Tanjar mulai jebol," jelas sang narator.

Kisah carok di Bangkalan ini membawa kita pada refleksi tentang tradisi unik di Indonesia terkait ilmu kebal.

Beberapa orang rela melakukan ritual khusus demi mendapatkan ilmu kebal, namun tidak semua orang menggunakannya untuk kebaikan.

Sebagai contoh tragis dari penggunaan ilmu kebal yang merugikan masyarakat, kita dapat merujuk pada sejarah kelam di Indramayu, Jawa Barat.

Pada tahun 2006, Desa Eretan Kulon, Kandanghaur, Indramayu menjadi saksi kisah tragis seorang pria bernama Kasram (40) yang tewas akibat diamuk massa saat sedang berusaha menjalankan ritual untuk mendapatkan ilmu kebal tingkat tinggi.

Kasram dikabarkan menginginkan ilmu hitam kekebalan tingkat tinggi dengan syarat harus merudapaksa anak-anak di bawah umur.

Sartono, Pamong Desa Eretan Kulon, mengungkapkan kesaksiannya bahwa Kasram diketahui memiliki kelompok yang membantunya melaksanakan aksi keji tersebut.

Warga yang menyadari gerak-gerik Kasram akhirnya berhasil menghentikan aksinya.

Meskipun Kasram menggunakan ilmu menghilang, warga dengan tekun mengejar dan menghajarnya.

Bahkan, untuk mengatasi ilmu kebalnya, warga menggunakan bambu runcing yang berhasil menembus pertahanan Kasram.

Peristiwa itu berakhir tragis dengan tubuh Kasram yang hangus terbakar di Pantai Desa Eretan Kulon.

Rekan Kasram, Nurhasan (25), yang juga terlibat dalam aksi tersebut, berhasil ditangkap dan diamankan oleh aparat kepolisian.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa penggunaan ilmu kebal, terutama untuk kepentingan yang merugikan, dapat berakhir dengan konsekuensi yang sangat tragis.

Tragedi di Bangkalan dan Indramayu menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menjalankan tradisi-tradisi mistis yang bisa berdampak negatif pada kehidupan bersama. ***

Editor : Azril Arham
#carok massal #madura #Carok Paling Mengerikan #carok #ilmu kebal #bangkalan