News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Budisatrio Djiwandono Tegaskan Bahwa Info Program Makan Siang Gratis Diterapkan Tahun 2029 Itu Tidak Benar

Ajiv Ibrohim • Sabtu, 17 Februari 2024 | 20:22 WIB
Komandan Tim Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono mengklarifikasi kesalahan informasi terkait program Makan Siang Gratis. (Instagram @prabowo.gibran2)
Komandan Tim Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono mengklarifikasi kesalahan informasi terkait program Makan Siang Gratis. (Instagram @prabowo.gibran2)

Radarbangkalan.id - Dia menegaskan bahwa program tersebut akan segera diluncurkan setelah Prabowo dan Gibran dilantik sebagai presiden dan wakil presiden, jika mereka terpilih.

"Dari informasi yang kami terima, klaim bahwa Program Makan Siang dan Susu Gratis akan diluncurkan pada tahun 2029 adalah tidak benar.

Ini adalah salah satu program utama Prabowo-Gibran dan akan segera dijalankan setelah Pak Prabowo dan Mas Gibran dilantik sebagai presiden dan wakil presiden," ungkap Budisatrio melalui akun Instagram @prabowo.gibran2 pada Sabtu (17/2).

Selain itu, Budisatrio menambahkan bahwa pernyataannya pada awal Desember telah diambil secara tidak lengkap dan dihilangkan konteksnya, yang menciptakan kesan bahwa ia mengatakan bahwa Program Makan Siang dan Susu Gratis baru akan diterapkan pada tahun 2029.

Namun, kenyataannya adalah bahwa Program Makan Siang Gratis akan mencapai target maksimalnya, yaitu menjangkau 82,9 juta anak pada tahun 2029.

Baca Juga: Menjelang Pergantian Presiden Indonesia, Ini Peran dan Tugas Ibu Negara

Lebih lanjut, Budisatrio menjelaskan bahwa program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan.

"Ada penyebaran informasi yang keliru mengenai proses ini.

Yang benar adalah program tersebut akan dimulai sejak awal Prabowo-Gibran dilantik, namun akan dilakukan secara bertahap dan dengan skala prioritas.

Artinya, tidak semua 82,9 juta anak akan langsung mendapatkan program tersebut pada tahun 2025.

Daerah yang paling membutuhkan akan menjadi prioritas pada tahun pertama," terangnya.

Baca Juga: Semakin Lengkap! OpenAI Hadirkan Alat Bernama Sora Yang Mampu Menghasilkan Video Melalui Perintah Teks

"Kemudian, pada tahun-tahun berikutnya, seperti 2026, 2027, dan seterusnya, jumlah penerima program akan terus ditambah.

Hingga akhirnya, pada tahun 2029, target maksimal 82,9 juta anak akan menerima Program Makan Siang dan Susu Gratis.

Namun, informasi tersebut tidak dimuat dalam pernyataan saya yang telah dipotong," tambahnya.

Baca Juga: Menurut Pengamat Strategi Manajemen, Kunci Sukses Kemenangan Prabowo dan Gibran Adalah Anak Muda

Mengenai isu yang mencuat, Budisatrio menilai bahwa isu tersebut sengaja muncul pada masa tenang, meskipun pernyataannya sudah disampaikan sejak bulan Desember.

"Kami menduga bahwa ini adalah bagian dari upaya penyebaran informasi yang keliru selama masa tenang kampanye sebelumnya.

Padahal, pernyataan saya telah disampaikan pada tanggal 4 Desember.

Namun, isu tersebut kembali muncul pada tanggal 13 Februari, lebih dari dua bulan kemudian," jelasnya.

"Meskipun TKN tidak memberikan respons selama masa tenang karena menghargai aturan tersebut, namun karena isu tersebut masih beredar, kami memutuskan untuk melakukan klarifikasi," pungkasnya. ***

Editor : Ajiv Ibrohim
#progam #makan siang gratis #budisatrio djiwandono