News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

BMKG Imbau Waspada Dampak Hujan Ekstrem di 14 Daerah, Berikut Daftar Wilayahnya

Ajiv Ibrohim • Rabu, 21 Februari 2024 | 16:43 WIB
Pejalan kaki menggunakan payung dan kantung plastik untuk berlindung dari hujan saat melintas di pedestrian MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (5/12/2023). ANTARA/M Riezko Bima Elko P.
Pejalan kaki menggunakan payung dan kantung plastik untuk berlindung dari hujan saat melintas di pedestrian MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (5/12/2023). ANTARA/M Riezko Bima Elko P.

Radarbangkalan.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengidentifikasi sejumlah daerah di Indonesia yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Menurut laporan yang dikutip dari ANTARA pada Rabu (21/2), sebanyak 14 daerah telah dinyatakan waspada oleh BMKG.

Baca Juga : Gerindra Buka Suara soal Kabar AHY Akan Dilantik Jadi Menteri ATR Besok

Daerah-daerah yang berstatus waspada meliputi Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Selain itu, BMKG juga memberikan peringatan terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat mempengaruhi wilayah Maluku Tengah, Seram bagian barat, dan Seram bagian timur.

Prakiraan cuaca juga menunjukkan kemungkinan adanya hujan disertai petir di Kepulauan Aru dan Kepulauan Tanimbar pada sore hari.

Sedangkan, wilayah seperti Jambi, Banjarmasin, Palembang, dan Palangkaraya berpotensi mengalami hujan sedang pada pagi hari.

Baca Juga : Saya Ikut Saja! Tito soal Kabar AHY Jadi Menteri ATR: Prerogatif Presiden

Beberapa kota lainnya, termasuk Denpasar, Serang, Samarinda, Ambon, Mataram, Kupang, Jayapura, Manokwari, Mamuju, Medan, dan Gorontalo, juga mungkin akan terkena dampak hujan ringan pada siang hari.

Selain mengingatkan mengenai potensi hujan, BMKG juga memperingatkan akan risiko gelombang laut sedang hingga sangat tinggi bagi penduduk di sebagian besar wilayah pesisir Indonesia.

Paparan sinar ultraviolet (UV) matahari juga menjadi perhatian utama, yang dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi penduduk.

Baca Juga : Respons Presiden terkait isu Hadi jadi Menko Polhukam dan AHY jadi Menteri ATR

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menekankan pentingnya kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama hingga akhir Februari 2024.

Guswanto juga menyoroti curah hujan yang tinggi, dengan rata-rata antara 150 mm hingga 300 mm, bahkan bisa lebih, sebagai perhatian utama.

Untuk menghadapi kondisi cuaca yang mungkin tidak menentu ini, BMKG memberikan beberapa rekomendasi kepada masyarakat.

Salah satunya adalah meminimalkan waktu di bawah sinar matahari hingga pukul 16.00 dan mengenakan pakaian pelindung serta kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan.

Penggunaan pelembab tabir surya SPF 30 setiap 2 jam juga disarankan.

Baca Juga : AHY Disebut Bakal Jadi Menteri ATR/BPN dan Hadi Tjahjanto Menko Polhukam, Demokrat Tak Membantah

Lebih lanjut, BMKG menyarankan untuk menghindari permukaan yang cerah seperti pasir dan air, karena dapat meningkatkan risiko paparan UV yang berdampak pada kesehatan kulit.

Dengan mengikuti rekomendasi dan tetap waspada terhadap perubahan cuaca, diharapkan masyarakat dapat mengurangi potensi dampak negatif dari cuaca ekstrem tersebut. ***

Editor : Ajiv Ibrohim
#bmkg #Ekstrem #Dampak Hujan