RadarBangkalan.id - Dalam atmosfer ketidakpastian dan kecemasan, Pulau Madura mengalami ujian berat dengan datangnya banjir yang mengubah kehidupan warga di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.
Keadaan darurat pun menyelimuti sejumlah wilayah akibat hujan yang tak kenal lelah sejak Senin (11/3), menghadirkan dampak mendalam, terutama di Pamekasan yang berada pada situasi yang semakin kritis.
Malam-Malam Penuh Ketakutan di Desa Patemon
Puncak tragedi terjadi di empat desa Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, yang kini tergenang banjir.
Kecamatan Jrengik di Sampang menjadi titik paling terpukul, sedangkan akses jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Sampang dengan Kabupaten Bangkalan lumpuh total akibat genangan banjir yang menjalar dengan cepat.
Namun, keadaan paling menghawatirkan terjadi di Pamekasan, khususnya di Desa Patemon.
Koordinator Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan, Budi Cahyono, menggambarkan keputusasaan, "Malam ini banjir mulai masuk
perkampungan warga di Desa Patemon." Situasi ini menuntut evakuasi mendesak demi menyelamatkan nyawa dan harta benda warga.
Baca Juga: Yuk Pahami 4 Mitos Seputar Puasa Ramadhan dan Simak Fakta yang Sebenarnya
Terjebak di Antara Teror Sungai yang Meluap
Banjir di Pamekasan bukan hanya berasal dari hujan deras lokal, melainkan juga akibat luapan Sungai Kalisemajid dan Sungai Kalikloang.
Petugas dengan berani turun ke genangan banjir, mengejar waktu untuk menyelamatkan warga yang terperangkap.
"Proses evakuasi terhadap korban banjir terus berlanjut hingga malam ini," terang Wakapolres Bangkalan, Kompol Andi Febrianto, menegaskan tekad dalam upaya penyelamatan.
Bangkalan, Menjadi Saksi Bisu Masjid yang Tenggelam
Dari seluruh kabupaten yang terdampak, Bangkalan menjadi korban terparah. Rekaman video yang beredar menampilkan adegan dramatis, khususnya saat air banjir merendam sebuah masjid.
Bukan hanya bangunan suci itu yang tenggelam, tetapi juga sejumlah warga yang terlihat berusaha mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, berusaha menyelamatkan diri dari derasnya arus yang membawa kehancuran.
Baca Juga: Tiket Kereta Mudik Lebaran Ludes Terjual, Penjualan Tembus Lebih Dari 1,29 Juta
Respons Tanggap Darurat dan Dukungan Solidaritas Mengalir
Pihak berwenang dan relawan bergandengan tangan untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada korban banjir.
Meski dihadapkan pada tantangan besar, kerja sama antarinstansi menjadi fondasi utama dalam upaya mengurangi dampak negatif yang dihasilkan oleh bencana ini.
Koordinasi dan kecepatan tanggap darurat diharapkan mampu memberikan solusi yang tepat waktu.
Sementara itu, masyarakat sekitar diminta untuk tetap waspada dan aktif mendukung upaya penanggulangan bencana yang tengah dilakukan.
Solidaritas dan semangat gotong royong menjadi pilar utama dalam menghadapi ujian berat ini. Dengan usaha bersama, diharapkan Pulau Madura dapat bangkit kembali, dan proses pemulihan dapat dimulai, membawa harapan baru bagi mereka yang terdampak oleh malapetaka ini.***
Editor : Raditya Mubdi