News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Orang Tua Wajib Tahu, Inilah Waktu Terbaik Mengajarkan Anak Berpuasa Ramadhan

Ajiv Ibrohim • Kamis, 14 Maret 2024 | 21:49 WIB
Ilustrasi Puasa. Nisfu Syaban. (Sumber foto; freepik)
Ilustrasi Puasa. Nisfu Syaban. (Sumber foto; freepik)

Radarbangkalan.id – Agama Islam secara tegas tidak memberlakukan kewajiban ibadah kepada anak-anak seperti sholat lima waktu, puasa Ramadhan, dan sejumlah ibadah lainnya.

Anak baru akan dikenakan kewajiban tersebut ketika mereka telah mencapai masa akil baligh, Namun demikian, penting bagi orang tua dan pendidik untuk memperkenalkan konsep-konsep tersebut kepada anak sejak usia dini agar mereka dapat melaksanakan ibadah dengan baik ketika kewajiban itu diterapkan pada mereka.

Menurut Muhammad Arif Zuhri, seorang dosen dari Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang, penting untuk memahami tiga tahapan yang relevan dalam mengajarkan anak-anak untuk berpuasa atau menjalankan ibadah lainnya.

Tahapan pertama, yang disebut sebagai tahap pengenalan, dimulai ketika anak berusia sekitar empat hingga enam tahun, ketika mereka berada di kelompok bermain atau taman kanak-kanak.

Pada tahap ini, anak diperkenalkan pada konsep puasa melalui berbagai cara, termasuk cerita tentang hukum puasa, cara melaksanakannya, tujuan dan manfaatnya, serta latihan sahur dan buka puasa bersama.

Baca Juga : Kabupaten Demak Kembali Dilanda Bencana Banjir, Rumah-rumah Terendam Air

Tahapan kedua, yang dimulai sekitar usia tujuh tahun atau saat anak memasuki kelas satu Sekolah Dasar, melibatkan pembelajaran untuk melakukan puasa penuh.

Namun demikian, anak harus diberikan keleluasaan untuk berbuka jika mereka merasa tidak mampu melanjutkan puasa hingga Maghrib.

Ini penting untuk menghormati tingkat kesiapan fisik dan mental anak dalam menjalankan ibadah.

Baca Juga : Sejumlah Kereta Api Alami Keterlambatan Akibat Dampak Banjir Semarang

Tahapan ketiga, yang terjadi sekitar usia sepuluh tahun sebelum masa akil baligh, melibatkan penguatan kedisiplinan anak dalam menjalankan puasa secara penuh.

Anak diajarkan untuk makan sahur secara teratur dan diberikan motivasi untuk bertahan hingga waktu berbuka.

Dalam tahap ini, jika anak tidak melakukan puasa tanpa alasan yang sah, orang tua dapat memberikan sanksi yang mendidik.

Baca Juga : Prakiraan Cuaca BMKG Kota Semarang, Cuaca Ekstrem dan Banjir Masih Mengintai

Lebih lanjut, Muhammad Arif Zuhri menegaskan bahwa tahapan kedua dan ketiga tersebut sesuai dengan ajaran Rasulullah Muhammad SAW, yang menyarankan untuk mulai mengajarkan anak-anak melakukan sholat pada usia tujuh tahun dan memberikan hukuman jika mereka tidak melakukannya pada usia sepuluh tahun.

Ini menunjukkan pentingnya memberikan fondasi yang kuat bagi anak-anak dalam menjalankan kewajiban agama sejak usia dini.

Ketika anak mencapai masa akil baligh, yang ditandai oleh tanda-tanda fisik seperti haid bagi perempuan dan mimpi basah bagi laki-laki, mereka dianggap sudah siap untuk melaksanakan kewajiban agama seperti puasa, sholat, dan kewajiban lainnya.

Muhammad Arif Zuhri menekankan bahwa jika anak telah dilatih dengan penuh kasih sayang sejak usia dini oleh orang tua atau pendidiknya, maka mereka akan lebih mampu dan termotivasi untuk melaksanakan ibadah dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. ***

Mendatangkan Mohammad Salah atas saran Michael Edwards, setelah Liverpool kesulitan mendatangkan Julian Brandt.
Mendatangkan Mohammad Salah atas saran Michael Edwards, setelah Liverpool kesulitan mendatangkan Julian Brandt.
Virgil Van Dijk
Virgil Van Dijk
Penjualan Phillipe Countinho dianggap sebagai operasi tersukses yang dilakukan Liverpool.
Penjualan Phillipe Countinho dianggap sebagai operasi tersukses yang dilakukan Liverpool.
Editor : Ajiv Ibrohim
#puasa #anak #belajar #ramadhan