News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Memahami Asal-usul Tradisi Takjil di Indonesia, Ternyata Dipopulerkan oleh Muhammadiyah

Ajiv Ibrohim • Jumat, 29 Maret 2024 | 21:28 WIB
Suasana buka puasa bersama di Masjid Istiqlal, Kamis (23/3) (Foto Salman Toyibi/Jawa Pos)
Suasana buka puasa bersama di Masjid Istiqlal, Kamis (23/3) (Foto Salman Toyibi/Jawa Pos)

Radarbangkalan.id – Tradisi takjil telah menjadi bagian penting dalam budaya Ramadan di Indonesia, selain ibadah tarawih berjamaah, momen-momen seperti sahur dan penyediaan takjil sebelum berbuka puasa adalah ritual yang sangat dihargai oleh umat Muslim di negeri ini.

Sahur, yang merupakan makanan atau minuman yang dikonsumsi sebelum waktu imsak, tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga merupakan cara untuk mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual untuk menjalani puasa sepanjang hari, sementara itu takjil, yang umumnya terdiri dari makanan ringan manis atau minuman, disediakan di masjid-masjid atau bahkan di tepi jalan untuk orang-orang yang berpuasa.

Namun, sedikit yang mengetahui sejarah asal-usul dari tradisi takjil ini, ternyata jejaknya bisa ditelusuri kembali ke peran Muhammadiyah dalam mempopulerkannya di Indonesia.

Baca Juga : Tips Menjaga Kesehatan di Musim Pancaroba Agar Tetap Fit

Muhammadiyah, sebuah organisasi Islam yang didirikan di Yogyakarta pada tahun 1912, memiliki peran penting dalam memperkenalkan dan memperluas tradisi takjil di masyarakat Indonesia.

Sebagai gerakan Islam yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan umat, Muhammadiyah melihat pentingnya memberikan dukungan sosial kepada umat Muslim, terutama selama bulan Ramadan.

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Manfaat Teh Putih untuk Kesehatan Tubuh

Pada awalnya, tradisi takjil mungkin tidak begitu meluas di masyarakat Indonesia.

Namun, dengan upaya Muhammadiyah dalam menyediakan takjil secara massal di masjid-masjid dan daerah-daerah yang membutuhkan, tradisi ini mulai dikenal dan diadopsi oleh masyarakat luas.

Melalui program-program sosialnya, seperti bakti sosial di bulan Ramadan, Muhammadiyah tidak hanya menyediakan takjil bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mempromosikan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial di antara umat Muslim.

Hal ini membantu memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan dalam masyarakat.

Baca Juga : 7 Tips Jaga Kondisi Tubuh saat Puasa di Bulan Ramadhan

Seiring berjalannya waktu, tradisi takjil yang semula hanya dikenal sebagai bentuk kegiatan sosial di kalangan organisasi Islam seperti Muhammadiyah, akhirnya menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Ramadan di Indonesia.

Kini, takjil tidak hanya disediakan di masjid-masjid, tetapi juga di berbagai tempat umum dan restoran saat bulan Ramadan tiba.

Dengan demikian, peran Muhammadiyah dalam mempopulerkan tradisi takjil di Indonesia tidak bisa diremehkan.

Sejarah ini menjadi bukti betapa pentingnya peran organisasi keagamaan dalam membentuk dan memperkuat identitas budaya sebuah bangsa, terutama dalam konteks nilai-nilai keagamaan dan sosial.

Tradisi takjil yang kita kenal dan nikmati saat ini adalah hasil dari usaha keras dan dedikasi para aktivis sosial seperti Muhammadiyah dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan kepedulian di masyarakat. ***

Editor : Ajiv Ibrohim
#muhammadiyah #tradisi #takjil