News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Hebohnya Efek Samping Langka Vaksin AstraZeneca, Ini Penjelasan Lengkap dari Pakar Kesehatan

Azril Arham • Jumat, 3 Mei 2024 | 23:25 WIB

 

Ilustrasi Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Ilustrasi Vaksin Covid-19 AstraZeneca

RadarBangkalan.id - Vaksin COVID-19 telah menjadi topik hangat dalam beberapa tahun terakhir, dengan perhatian yang terfokus pada berbagai jenis vaksin, termasuk yang dikembangkan oleh AstraZeneca.

Namun, baru-baru ini, perhatian bergeser pada isu efek samping yang langka namun serius yang terkait dengan vaksin tersebut.

Berbicara tentang vaksin AstraZeneca, belum lama ini perusahaan farmasi ini mendapat sorotan ketika beberapa kasus efek samping yang signifikan dilaporkan.

Salah satunya adalah kasus yang diajukan dalam sebuah gugatan kelas oleh Jamie Scott, seorang individu yang mengalami cedera otak permanen setelah menerima vaksin AstraZeneca.

Kejadian ini memunculkan kekhawatiran serius tentang keamanan vaksin ini.

Menurut laporan dari The Telegraph (28/4/2024), Jamie Scott mengalami pembekuan darah dan pendarahan otak yang menyebabkan cedera otak permanen setelah menerima vaksin AstraZeneca pada April 2021.

Cedera ini membawanya pada kondisi medis yang dikenal sebagai Thrombocytopenia Syndrome atau TTS, yang mana merupakan salah satu efek samping langka dari vaksin tersebut.

TTS adalah kondisi medis yang melibatkan penurunan jumlah trombosit dalam darah. Trombosit adalah sel darah yang berperan penting dalam proses pembekuan darah.

Menurut peneliti epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, kondisi ini bisa mengancam nyawa seseorang dalam kasus tertentu. Namun, ia menegaskan bahwa insiden seperti ini terkait dengan vaksin COVID-19 tergolong langka.

Lebih lanjut, Dicky Budiman menjelaskan bahwa trombositopenia pada penerima vaksin AstraZeneca terjadi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh yang disebut Vaccine-induced immune thrombotic thrombocytopenia (VITT).

Ini terjadi ketika antibodi yang dihasilkan oleh tubuh sebagai respons terhadap vaksin menyerang trombosit, yang kemudian memicu pembekuan darah yang tidak biasa.

Meskipun risiko terjadinya trombositopenia setelah vaksinasi AstraZeneca sangat rendah, dengan hanya 8,1 kasus per 1 juta penerima vaksin setelah dosis pertama dan 2,3 kasus per 1 juta setelah dosis kedua, penting untuk diingat bahwa risiko ini masih ada.

Namun demikian, risiko ini menurun seiring berjalannya waktu setelah vaksinasi dilakukan, dan setelah 6 bulan risikonya semakin menurun.

Dalam menghadapi risiko ini, perusahaan farmasi AstraZeneca sendiri telah mengakui adanya kemungkinan efek samping ini dalam kasus yang sangat langka.

Mereka menyatakan bahwa mekanisme penyebabnya belum sepenuhnya diketahui, dan bahwa kondisi ini juga dapat terjadi tanpa adanya vaksin AstraZeneca.

Meskipun demikian, meskipun adanya insiden-insiden langka ini, penting untuk diingat bahwa vaksinasi tetap merupakan salah satu alat terpenting dalam mengatasi pandemi COVID-19.

Menurut para pakar kesehatan, manfaat vaksinasi jauh lebih besar daripada risikonya, dan orang-orang yang telah divaksinasi AstraZeneca dan melewati periode risiko yang tinggi dapat merasa yakin akan keamanan mereka. ***

Editor : Azril Arham
#farmasi #vaksin #efek samping #AstraZeneca #pakar kesehatan #COVID-19