News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Misteri Baru Terpecahkan ! Ini Cara Orang Mesir Kuno Bangun Piramida

Azril Arham • Senin, 20 Mei 2024 | 23:47 WIB
Ilustrasi Piramida
Ilustrasi Piramida

RadarBangkalan.id - Baru-baru ini, ilmuwan telah menemukan cabang sungai Nil yang terkubur selama ribuan tahun dan pernah mengalir melewati lebih dari 30 piramida di Mesir.

Penemuan sungai ini berpotensi memecahkan misteri bagaimana orang Mesir kuno mengangkut balok batu besar untuk membangun monumen paling fenomenal tersebut, termasuk Piramida Giza yang terkenal.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Communications Earth & Environment, cabang sungai sepanjang 64 kilometer yang mengalir di antara kompleks piramida Giza itu tersembunyi di bawah gurun dan lahan pertanian selama ribuan tahun.

Sungai ini, yang disebut Ahramat, membantu menjelaskan mengapa 31 piramida dibangun di sepanjang jalur gurun di Lembah Nil antara 4.700 dan 3.700 tahun yang lalu.

Keberadaan sungai kuno ini menjelaskan lokasi strategis dari banyak piramida, termasuk Piramida Agung Giza – satu-satunya bangunan yang masih bertahan dari tujuh keajaiban dunia kuno – serta piramida Khafre, Cheops, dan Mykerinos.

Jalur ini dekat dengan ibu kota Mesir kuno, Memphis, yang membuat transportasi material raksasa menjadi lebih mudah.

Para arkeolog telah lama berspekulasi bahwa orang Mesir kuno menggunakan jalur air terdekat untuk memindahkan bahan bangunan raksasa yang digunakan untuk mendirikan piramida.

Namun, hingga saat ini, detail lokasi, bentuk, ukuran, atau kedekatan jalur air ini dengan lokasi piramida tetap menjadi misteri.

“Tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti lokasi, bentuk, ukuran, atau kedekatan jalur air ini dengan lokasi piramida,” kata Eman Ghoneim, penulis utama studi dari University of North Carolina Wilmington di Amerika Serikat.

Tim peneliti internasional menggunakan citra satelit radar untuk memetakan cabang sungai yang mereka sebut Ahramat, yang berarti piramida dalam bahasa Arab.

Teknologi radar memungkinkan mereka melihat apa yang ada di bawah permukaan pasir dan menghasilkan gambar fitur tersembunyi termasuk sungai yang terkubur dan bangunan kuno lainnya, menurut Ghoneim.

Survei lapangan dan analisis inti sedimen dari situs tersebut mengkonfirmasi keberadaan sungai ini.

Sungai yang tadinya besar ini kini semakin tertutup pasir, kemungkinan disebabkan oleh kekeringan parah sekitar 4.200 tahun yang lalu.

Piramida Giza berdiri di dataran tinggi, kira-kira satu kilometer dari tepi sungai Nil. Banyak dari piramida memiliki jalan yang saling terhubung, membentang di sepanjang sungai sebelum berakhir di Kuil Lembah yang berfungsi sebagai pelabuhan.

Hal ini menunjukkan bahwa sungai memainkan peran penting dalam transportasi bahan bangunan dan pekerja yang dibutuhkan untuk membangun piramida.

Menurut Suzanne Onstine, rekan penulis studi dari University of Memphis di Tennessee, AS, bahan-bahan berat yang bukan berasal dari Mesir lebih mudah dikirim lewat sungai dibandingkan diangkut melalui darat.

Selain digunakan untuk mengirim barang, tepian sungai kemungkinan juga dijadikan tempat untuk menerima rombongan pengantar pemakaman para firaun sebelum jenazah mereka dipindahkan ke tempat peristirahatan terakhir di dalam piramida.

“Aliran air dan volumenya berubah seiring berjalannya waktu, sehingga raja dinasti keempat harus membuat pilihan yang berbeda ketimbang raja dinasti ke-12. Penemuan ini mengingatkan kita tentang hubungan erat antara geografi, iklim, lingkungan, dan perilaku manusia,” kata Onstine, sebagaimana dikutip dari Science Alert.

Penemuan sungai Ahramat ini tidak hanya memberikan wawasan baru tentang teknologi dan logistik yang digunakan oleh orang Mesir kuno, tetapi juga membuka pintu untuk penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana peradaban kuno ini beradaptasi dengan perubahan lingkungan mereka. ***

Editor : Azril Arham
#terpecahkan #Piramida Giza #misteri #piramida #Piramida Mesir #Teori Konstruksi Piramida #mesir kuno