News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Arab Saudi Menghadapi Panas Ekstrem di Musim Haji, Ini Tindakan yang Diambil

Azril Arham • Sabtu, 1 Juni 2024 | 06:08 WIB
Cuaca panas saat siang hari bisa membuat jamaah haji dehidrasi dan kehabisan stamina./Kemenag via Jawa Pos
Cuaca panas saat siang hari bisa membuat jamaah haji dehidrasi dan kehabisan stamina./Kemenag via Jawa Pos

RadarBangkalan.id - Arab Saudi tengah dilanda suhu panas yang ekstrem. National Center for Meteorology (NMC) Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan bahwa musim panas di negara gurun tersebut akan dimulai pada 1 Juni 2024.

Pengumuman ini menandai awal musim panas dengan suhu yang sangat tinggi, yang bertepatan dengan musim haji, salah satu peristiwa keagamaan terbesar di dunia.

Menurut pernyataan NMC, suhu di wilayah-wilayah utama Kerajaan Arab Saudi diperkirakan akan mencapai puncaknya sekitar 48 derajat Celsius.

Kondisi ini diperparah dengan kelembapan rendah dan tutupan awan yang terbatas, yang dapat membuat suhu terasa lebih panas.

Hal ini menimbulkan tantangan besar bagi jutaan jemaah haji yang melakukan perjalanan ke Makkah dan Madinah untuk melaksanakan ibadah haji.

Dalam menghadapi tantangan panas ekstrem ini, NMC telah menjajaki berbagai strategi inovatif untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi para jemaah.

Salah satu pendekatan utama yang sedang dipertimbangkan adalah penggunaan teknik modifikasi cuaca yang canggih.

Teknik ini diharapkan dapat membantu mengurangi suhu ekstrem dan meningkatkan kenyamanan selama pelaksanaan haji.

CEO NMC, Ayman Ghulam, mengungkapkan bahwa pendekatan inovatif ini dibahas dalam sebuah pertemuan tentang dampak iklim pada musim haji tahun ini.

Penelitian dan pengembangan yang dilakukan NMC melibatkan penyelidikan metode untuk mempengaruhi pola cuaca, termasuk penyemaian awan dan bentuk intervensi lainnya yang dapat mendorong pembentukan awan atau curah hujan.

Meskipun rincian strategi ini masih dalam tahap penelitian, tujuan utamanya adalah memanfaatkan fenomena meteorologi untuk memoderasi suhu dan memperbaiki kondisi bagi jemaah haji.

Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif lebih besar untuk memanfaatkan teknologi pengendalian iklim di wilayah tersebut.

Selain itu, Dr. Ghulam juga menyoroti perluasan layanan meteorologi di tempat-tempat suci. Ini termasuk peningkatan kemampuan radar dan pencitraan satelit untuk memastikan prakiraan cuaca yang akurat dan tepat waktu.

Dengan teknologi ini, diharapkan para jemaah dapat mendapatkan informasi cuaca yang lebih baik dan dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik pula.

 Langkah Maju dalam Penerapan Teknologi Cuaca

Inisiatif ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam penerapan praktis teknologi pengendalian iklim di Arab Saudi.

Dengan memanfaatkan teknik peningkatan curah hujan dan memperluas layanan meteorologi, NMC berusaha untuk mengurangi dampak suhu ekstrem pada para jemaah haji dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.

Hal ini juga menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam memastikan pelaksanaan ibadah haji yang lancar dan aman, meskipun dihadapkan pada tantangan iklim yang berat.

Dengan pendekatan yang holistik dan penggunaan teknologi canggih, Arab Saudi berharap dapat mengatasi tantangan panas ekstrem selama musim haji dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi jutaan jemaah yang datang dari seluruh dunia.

 

 

 

PEMERIKSAAN LANJUT: Mega, saat menjalani pemeriksaan di RSU Kaliwates Jember, usai diseruduk pengendara Sigra yang ditengarai dalam kondisi mabuk, Kamis malam (30/5). (Foto: MEGA SIL/RADAR JEMBER)
PEMERIKSAAN LANJUT: Mega, saat menjalani pemeriksaan di RSU Kaliwates Jember, usai diseruduk pengendara Sigra yang ditengarai dalam kondisi mabuk, Kamis malam (30/5). (Foto: MEGA SIL/RADAR JEMBER)
Editor : Azril Arham
#arab saudi #haji #cuaca ekstrem #cuaca panas #musim haji