News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Jelang Puncak Haji, Jamaah Indonesia Sebanyak 43 Orang Meninggal Dunia

Ajiv Ibrohim • Kamis, 6 Juni 2024 | 20:37 WIB
MELUBER: Jamaah haji Indonesia mengikuti pengajian rutin berbahasa Indonesia yang disampaikan Ustad Ariful bahri di dalam Masjid Nabawi, Madinah, setelah salat Magrib, Sabtu (25/5).
MELUBER: Jamaah haji Indonesia mengikuti pengajian rutin berbahasa Indonesia yang disampaikan Ustad Ariful bahri di dalam Masjid Nabawi, Madinah, setelah salat Magrib, Sabtu (25/5).

Radarbangkalan.id – Jumlah jamaah haji yang meninggal dunia terus bertambah, Hingga Selasa, 4 Juni 2024 pukul 21.00 Waktu Arab Saudi (WAS), tercatat sebanyak 43 jamaah haji telah meninggal dunia.

Selain itu, Kementerian Agama (Kemenag) mencatat bahwa jumlah jamaah haji yang sudah tiba di Arab Saudi mencapai 178.324 orang, terbagi dalam 454 kelompok terbang.

“Jamaah yang wafat berjumlah 43 orang, dengan rincian sebagai berikut: wafat di Embarkasi 3 orang, di Madinah 16 orang, di Makkah 22 orang, dan di Bandara 2 orang. Seluruh jamaah yang wafat akan dibadalhajikan,” kata Anggota Media Center Kementerian Agama, Widi Dwinanda, pada Kamis (6/6).

Di sisi lain, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah mengeluarkan Surat Edaran yang ditujukan kepada jamaah yang telah berada di Makkah maupun yang akan tiba.

Edaran ini mengimbau agar jamaah tidak melakukan perjalanan ke luar kota perhajian menjelang puncak haji, mengingat puncak haji sudah semakin dekat.

“Jamaah yang melaksanakan ziarah ke luar kota perhajian dikhawatirkan akan menghadapi kendala saat kembali masuk ke Kota Makkah karena adanya pemeriksaan ketat di check point pintu masuk kota,” lanjutnya.

Selain itu, ketika keluar hotel atau menuju Masjidil Haram, jamaah dihimbau agar senantiasa membawa identitas pengenal seperti smart card, gelang identitas, atau paspor.

Hal ini penting agar ketika ada pemeriksaan oleh aparat Saudi, jamaah dapat menunjukkan identitas lengkapnya, terutama jika terpisah dari rombongan.

“Mengingat cuaca yang sangat panas, jamaah diharapkan selalu mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti topi lebar, payung, atau kacamata hitam untuk melindungi diri dari sinar UV matahari. Jangan lupa membawa air minum untuk menghindari dehidrasi,” tutup Widi. ***

Editor : Ajiv Ibrohim
#puncak haji #jamaah #meninggal dunia