Radarbangkalan.id – Belakangan ini, tanaman Kratom telah menjadi topik yang hangat diperbincangkan karena perdebatan mengenai statusnya apakah sebagai narkotika atau bukan semakin memanas.
Budidaya Kratom sebenarnya sudah lama dilakukan oleh masyarakat di beberapa daerah.
Banyak yang mengandalkan budidaya ini sebagai mata pencaharian utama mereka, permintaan terhadap Kratom juga terus meningkat dengan potensi ekonomi yang sangat besar.
Bagaimana dengan realisasi ekspor tanaman ini?
Kratom, atau Mitragyna speciosa, adalah tanaman tropis yang berasal dari Asia Tenggara, khususnya Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini.
Daun Kratom telah digunakan secara tradisional oleh penduduk lokal sebagai obat untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti nyeri, kelelahan, dan gangguan pencernaan selama berabad-abad.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kratom telah mendapatkan perhatian global karena potensinya sebagai obat herbal alternatif untuk mengurangi nyeri kronis dan gejala penarikan opioid.
Realisasi nilai ekspor Kratom Indonesia terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Tingginya permintaan dari pasar internasional, terutama Amerika Serikat dan Eropa, telah membuat Kratom semakin populer sebagai suplemen herbal.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diproses oleh Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) Kementerian Perdagangan, periode Januari-Mei tahun 2018 hingga 2023 mencatatkan pertumbuhan dan kinerja ekspor yang menggembirakan.
Pada tahun 2019, nilai ekspor Kratom Indonesia sempat mengalami penurunan signifikan, namun setelah itu terus menunjukkan tren positif.
Dalam periode 2019-2022, ekspor Kratom mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 15,92% per tahun.
Pada tahun 2023, kinerja ekspor Kratom Indonesia kembali menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan yang mencapai 52,04% pada periode Januari-Mei dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nilai ekspor mencapai USD 7,33 juta.
Dalam hal volume ekspor, periode 2018-2021 sempat mencatatkan penurunan, namun pada tahun 2022 volume ekspor Kratom Indonesia melonjak signifikan sebesar 87,90%, mencapai 8,21 ribu ton.
Pertumbuhan volume ekspor Kratom yang positif berlanjut pada awal tahun 2023, dengan pertumbuhan sebesar 51,49% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022. ***
Editor : Ajiv Ibrohim