Profil Lengkap Serta Perjalanan Dawah Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Ajiv Ibrohim• Jumat, 12 Juli 2024 | 22:41 WIB
Ustadz Walid Yazid bin Abdul Qadir Jawas. (Istimewa)
RadarBangkalan.id - Kabar duka menyelimuti dunia Islam Indonesia dengan wafatnya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas pada Kamis, 11 Juli 2024, di usia 61 tahun.
Beliau menghembuskan nafas terakhir di rumah duka di Bogor, Jawa Barat, setelah menunaikan ibadah haji.
Bagi sebagian orang, nama Ustadz Yazid mungkin terasa asing. Namun, bagi kalangan salaf, beliau adalah sosok mubaligh Sunni yang ternama dan dihormati.
Dikenal sebagai pendakwah yang gigih menyebarkan sunnah.
Aktif membina Pesantren Minhajus Sunnah di Dramaga, Bogor, dan mengisi kajian di berbagai kota di Indonesia.
Ceramahnya kerap memicu kritikan, terutama dari pihak yang tidak sependapat dengannya.
Salah satu karyanya, "Mulia dengan Manhaj Salaf", dikritik oleh Habib Rizieq Shihab karena dianggap menyebarkan paham Wahabisme.
Riwayat Pendidikan
Menimba ilmu di Ma’had al-‘Ulum al-Islamiyyah wal-’Arabaiyyah fi Indunisia (LIPIA) pada awal 1980-an.
Berguru kepada Prof. Dr. Syaikh Abdurrazzaq, dosen Universitas Jami’ah Al-Islamiyah di Madinah.
Mengikuti daurah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Usaimin di Unaizah dan mengikuti kelas khusus di majelis beliau.
Syaikh Al-Usaimin adalah ulama terkemuka, mengajar di Ma’had Ilmi Unaizah, Dekan Jurusan Aqidah dan Aliran-Aliran Kontemporer, anggota Hai’ah Kibaril Ulama’ (Majelis Ulama Besar Kerajaan Saudi Arabia).
Kiprah Dakwah
Pada awal 1990-an, bersama Abu Nida, Ja'far Umar Thalib, dan Yusuf Usman Baisa, mengembangkan dakwah dengan menggelar dauroh di pesantren Ibnu Qayyim Sleman Yogyakarta.
Mendirikan Yayasan As-Sunnah pada 1992 dan membangun masjid di Degolan, Kaliurang, Yogyakarta.
Bersama Ja’far Umar Thalib, mendirikan pondok Pesantren al-Irsyad di Tengaran, Salatiga, Jawa Tengah.
Menjadi direktur pertama majalah As-Sunnah pada 1994.
Mendirikan radio Rodja pada 2004 bersama Abu Yahya Badrusalam untuk menyebarkan dakwah Salafi ke seluruh Indonesia.
Aktif berdakwah di media sosial seperti Youtube dan Instagram.
Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas wafat saat dalam puncak pengabdiannya menyebarkan dakwah Islam.
Kontribusinya dalam menyebarkan sunnah dan mendirikan berbagai institusi pendidikan menjadikannya teladan bagi banyak orang.
Meskipun ceramahnya terkadang menuai kritikan, Ustadz Yazid tetap dikenang sebagai ulama yang gigih dan istiqomah dalam menyebarkan ajaran Islam sesuai pemahamannya. ***