News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Ilmuwan Temukan Lapisan Berlian Setebal 14 KM di Planet Merkurius

Azril Arham • Minggu, 21 Juli 2024 | 17:28 WIB

 

Ilustrasi Planet Merkurius
Ilustrasi Planet Merkurius

RadarBangkalan.id - Dalam sebuah studi yang mengejutkan, ilmuwan menciptakan sebuah simulasi yang menunjukkan bahwa planet tetangga Bumi, Merkurius, memiliki lapisan berlian setebal 14 km yang bersembunyi jauh di bawah permukaannya.

Meskipun ini adalah penemuan yang luar biasa, tidak ada peluang untuk menambang berlian ini karena kondisi yang sangat ekstrem di Merkurius.

Namun, temuan ini dapat menjelaskan beberapa misteri terbesar yang menyelimuti planet tersebut.

Studi ini dipublikasikan di jurnal Nature Communications dan membahas tentang komposisi serta medan magnet unik yang dimiliki oleh Merkurius.

Berbeda dengan Bumi, medan magnet Merkurius jauh lebih lemah. Namun, planet ini menunjukkan adanya magnetisme yang tidak terduga mengingat ukurannya yang kecil dan kondisi geologisnya yang tidak aktif.

Salah satu temuan menarik dari misi Messenger NASA adalah adanya bercak gelap langka di permukaan Merkurius, yang diidentifikasi sebagai grafit.

Menurut Yanhao Lin, staf ilmuwan di Center for High-Pressure Science and Technology Advanced Research di Beijing dan rekan penulis studi ini, keberadaan grafit tersebut memicu rasa ingin tahu di kalangan ilmuwan.

"Kandungan karbon yang sangat tinggi di Merkurius membuat saya menyadari bahwa sesuatu yang istimewa mungkin terjadi di bagian dalamnya," ujarnya seperti dikutip dari WIO News.

Berlian di bawah permukaan Merkurius terbentuk melalui proses yang unik.

Meskipun Merkurius memiliki banyak keanehan, planet ini terbentuk dengan cara yang mirip dengan planet terestrial lainnya, yakni melalui pendinginan samudra magma panas.

Pada Merkurius, lautan magma ini dipenuhi dengan silikat dan karbon. Logam-logam tersebut mula-mula menggumpal dan membentuk inti pusat, sementara magma yang tersisa mengkristal menjadi mantel tengah dan kerak luar planet.

Para peneliti yakin bahwa suhu dan tekanan di mantel Merkurius cukup tinggi untuk memungkinkan karbon membentuk grafit.

Grafit ini kemudian melayang di atas permukaan karena lebih ringan daripada mantel.

Penelitian lebih lanjut pada tahun 2019 menunjukkan bahwa mantel Merkurius mungkin lebih dalam 50 km daripada yang diyakini sebelumnya.

Kedalaman tambahan ini meningkatkan suhu dan tekanan di batas antara mantel dan inti, menciptakan kondisi yang memungkinkan karbon mengkristal menjadi berlian.

Untuk meneliti kemungkinan pembentukan berlian ini, tim peneliti Belgia dan China, termasuk Lin, menciptakan cairan kimia yang mencakup zat besi, silika, dan karbon.

Campuran ini diyakini mirip dengan lautan magma di Merkurius saat masih muda.

Eksperimen ini menggunakan bahan yang mirip dengan beberapa jenis meteorit, yang memberikan wawasan lebih dalam tentang kondisi awal planet tersebut.

Temuan ini tidak hanya memberikan pemahaman baru tentang komposisi dan struktur internal Merkurius tetapi juga membuka pintu untuk penelitian lebih lanjut tentang planet terestrial lainnya.

Meskipun tidak mungkin untuk menambang berlian di Merkurius, penemuan ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana planet-planet terbentuk dan berevolusi di tata surya kita. ***

 

Editor : Azril Arham
#berlian #Merkurius #planet merkurius #planet