News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Disebut Planet 'Neraka', NASA Beberkan Kondisi Ekstremnya

Azril Arham • Minggu, 21 Juli 2024 | 20:14 WIB
Ilustrasi Planet 55 Cancri e
Ilustrasi Planet 55 Cancri e

RadarBangkalan.id - NASA akan segera mengungkap tampilan dua eksoplanet yang sangat mirip dengan Bumi, namun memiliki kondisi ekstrem yang bisa digambarkan sebagai 'versi neraka'.

Salah satu tugas pertama dari Teleskop James Webb NASA yang terkenal adalah mengamati 55 Cancri e, sebuah planet super panas yang mengorbit lebih dekat ke bintang utamanya dibandingkan dengan jarak Merkurius ke Matahari.

Para ilmuwan NASA menyatakan bahwa planet tersebut kemungkinan tertutup oleh magma yang mengalir deras di permukaannya.

Suhu ekstrem ini diyakini terjadi karena planet tersebut hampir tidak memiliki atmosfer, sehingga di malam hari terjadi hujan lava yang mematikan.

Planet ini membutuhkan waktu hanya 18 jam untuk mengorbit bintang pusatnya, berbeda dengan Bumi yang membutuhkan 365 hari.

Ketika planet mengorbit begitu dekat dengan bintangnya, biasanya mereka terikat secara pasang surut ('tidally locked'), artinya satu sisi planet selalu menghadap bintang.

Namun, ilmuwan percaya bahwa 55 Cancri e mungkin berputar sendiri, memungkinkan panas dari bintang tersebar lebih merata ke seluruh permukaan planet.

Mereka juga berharap dapat menentukan apakah planet ini memiliki elemen seperti nitrogen atau oksigen yang biasa ditemukan di Bumi.

Selain 55 Cancri e, para peneliti juga akan mengamati eksoplanet lain yang dikenal sebagai LHS 3844 b.

Planet ini memiliki kondisi yang jauh lebih dingin dibandingkan dengan 55 Cancri e dan diduga tidak memiliki danau lava di permukaannya. LHS 3844 b terlihat seperti batuan padat dan juga tidak memiliki atmosfer.

Meskipun Teleskop James Webb tidak dapat mengambil foto langsung dari permukaan kedua planet tersebut, para ilmuwan akan menggunakan instrumen lain untuk mengukur sinyal inframerah dan data penting lainnya.

Hal ini akan membantu mereka memahami susunan geologis planet-planet tersebut dengan lebih baik.

Penemuan dari pengamatan ini akan memberikan wawasan baru yang signifikan tentang asal-usul Bumi kita.

Menurut Laura Kreidberg dari Max Planck Institute for Astronomy di Jerman, "Mereka akan memberi kita perspektif baru yang fantastis tentang planet-planet yang mirip Bumi secara umum. Temuan keduanya akan membantu kita mempelajari seperti apa Bumi purba ketika masih panas seperti planet-planet ini saat ini."

Teleskop James Webb merupakan bagian dari program luar angkasa internasional yang bertujuan menjelajahi Tata Surya kita dan sekitarnya.

Sejak diluncurkan ke luar angkasa pada tahun 2022, para ilmuwan telah mengkalibrasi dan menyempurnakan instrumennya.

Kini, teleskop tersebut sepenuhnya siap untuk misi eksplorasi yang dipandu oleh para ilmuwan dari NASA, Badan Antariksa Eropa, dan Badan Antariksa Kanada.

Eric Smith, ilmuwan yang bekerja pada program Webb di NASA, mengatakan, "Saat kita hampir menyelesaikan persiapan observatorium untuk sains, kita berada di ambang periode penemuan yang sangat menarik tentang alam semesta kita.

Peluncuran gambar penuh warna pertama Webb akan menawarkan momen unik bagi kita semua untuk berhenti sesaat mengagumi pemandangan yang belum pernah dilihat manusia sebelumnya.

Gambar-gambar ini akan menjadi puncak dari dedikasi, bakat, dan impian selama puluhan tahun, sekaligus menjadi awal dari segalanya."

Citra pertama dari teleskop James Webb akan dirilis pada 12 Juli 2024, sementara citra dari proyek lainnya, termasuk kedua eksoplanet tersebut, akan dirilis pada tahun pertama pengoperasiannya.

Penemuan-penemuan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana planet-planet ekstrem ini terbentuk dan berevolusi, serta memberikan wawasan tentang masa depan eksplorasi ruang angkasa. ***

Profesor Hengky Novarianto (kanan) peneliti BRIN dan Widiarto Trisaksono Kabid Perkebunan Distan Pangan Kabupaten Magelang menunjukkan kelapa upat-upat asli dari Banyuadem, Srumbung.
Profesor Hengky Novarianto (kanan) peneliti BRIN dan Widiarto Trisaksono Kabid Perkebunan Distan Pangan Kabupaten Magelang menunjukkan kelapa upat-upat asli dari Banyuadem, Srumbung.
BERI MANFAAT: Balkondes PGN Karangrejo menyalurkan gas alam ke rumah-rumah warga. Mereka pun merasakan manfaat dari gas alam itu.NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
BERI MANFAAT: Balkondes PGN Karangrejo menyalurkan gas alam ke rumah-rumah warga. Mereka pun merasakan manfaat dari gas alam itu.NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Azril Arham
#nasa #neraka #planet ekstrem #55 Cancri e #planet