News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Fakta Terkait Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Menjadi Rp 7.500

Ajiv Ibrohim • Senin, 22 Juli 2024 | 18:05 WIB
Siswa menunjukkan menu makan dalam simulasi makan siang gratis di SMP Negeri 2 Curug, Tangerang, Banten, Kamis (29/2/2024).(MI/Susanto)
Siswa menunjukkan menu makan dalam simulasi makan siang gratis di SMP Negeri 2 Curug, Tangerang, Banten, Kamis (29/2/2024).(MI/Susanto)

Radarbangkalan.id - Sepanjang pekan kemarin, program Makan Bergizi Gratis yang menjadi janji kampanye presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menarik banyak perhatian.

Hal ini disebabkan oleh adanya pernyataan yang menyebutkan bahwa anggaran untuk makan bergizi ini akan dipangkas dari Rp 15.000 menjadi Rp 7.500 per porsi.

Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran bahkan mengadakan konferensi pers mendadak pada Jumat malam, 19 Juli 2024, untuk membantah isu tersebut.

Berikut sejumlah fakta mengenai program makan bergizi gratis yang terbaru.

Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran membantah isu yang berkembang seputar program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya yang menyebutkan bahwa jatah per anak akan dipangkas dari Rp 15.000 menjadi Rp 7.500.

"Isu ini jauh dari kebenaran tentang MBG dipatok Rp 7.500," kata Anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi.

Hasan menjelaskan bahwa hingga saat ini, yang baru diputuskan adalah total anggaran sebesar Rp 71 triliun.

Anggaran tersebut akan menjadi patokan untuk melaksanakan program unggulan Prabowo-Gibran.

Hasan juga menjelaskan mengenai angka Rp 15.000 per porsi dalam program Makan Bergizi Gratis.

Dia mengatakan bahwa angka tersebut sebenarnya belum diputuskan secara resmi.

Angka tersebut merujuk pada US$ 1 per porsi, yang kerap menjadi standar internasional mengenai kecukupan gizi dalam satu kali sarapan.

"Jadi standar dunia soal angka itu nilainya US$ 1, jadi ini semacam konsensus dunia," kata Hasan.

Dia menambahkan bahwa angka Rp 15.000 per porsi dijadikan rujukan awal oleh tim untuk pelaksanaan program ini.

Namun, anggaran sebenarnya akan sangat bergantung pada ketersediaan dan harga pangan yang berbeda-beda di setiap wilayah Indonesia.

Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan dua syarat yang harus terpenuhi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, syarat ini tidak boleh dilanggar saat program ini dilaksanakan kelak.

Hasan Nasbi menyatakan bahwa syarat pertama adalah makanan yang disediakan harus memenuhi standar ketercukupan gizi.

Syarat kedua adalah jumlah penerima manfaat harus sebanyak mungkin dengan anggaran yang tersedia pada 2025, yaitu sebesar Rp 71 triliun.

"Terkait ketersediaan anggaran tahun 2025 sebesar Rp 71 triliun, pesan Pak Prabowo ada dua, yaitu bahwa makanan harus memenuhi standar ketercukupan gizi, ini syarat pertama," kata Hasan.

"Dan kedua, jumlah penerima manfaat harus dioptimalkan karena anggarannya Rp 71 triliun," tambahnya.

Hasan mengatakan dua syarat ini menjadi pedoman bagi tim sinkronisasi dalam melaksanakan uji coba dan pilot project program ini.

Saat ini, tim sinkronisasi sedang melakukan uji coba program makan bergizi gratis di sejumlah wilayah.

Tim sinkronisasi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sudah mulai menjalankan program makan bergizi gratis sebagai uji coba dan pilot project sebelum program ini benar-benar dilaksanakan setelah pasangan ini dilantik.

Hasan Nasbi menyatakan bahwa uji coba tersebut dilaksanakan oleh tim pakar. Uji coba ini juga berfungsi sebagai riset untuk mengetahui kebutuhan saat program benar-benar dilaksanakan.

"Saat ini tim pakar sedang melakukan uji coba sekaligus pilot project dan riset berbasis bukti. Dari sana kita akan tahu apa yang harus dilakukan dan diantisipasi," kata Hasan.

Hasan menambahkan bahwa dalam beberapa bulan ke depan, uji coba ini akan dilaksanakan dalam skala nasional, dengan sasaran siswa tingkat SD, SMP, SMA, dan ibu hamil.

Hasan juga memastikan bahwa uji coba ini tidak akan menggunakan anggaran negara. Namun, tim belum mengungkapkan sumber anggaran untuk uji coba dan riset makan bergizi gratis ini.

"Riset ini belum bisa menggunakan instrumen pemerintah dan belum ada anggarannya di pemerintah," kata Hasan.

Hasan mengatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis baru akan menggunakan APBN ketika resmi dilaksanakan nanti. Anggaran yang tersedia pada 2025 adalah sebesar Rp 71 triliun. ***

Editor : Ajiv Ibrohim
#Makan Bergizi Gratis #program #anggaran