News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Selamat dari Maut: Cerita Remaja India yang Bertahan dari Ameba Pemakan Otak

Azril Arham • Senin, 5 Agustus 2024 | 18:19 WIB
Remaja India yang selamat dari ameba pemakan otak
Remaja India yang selamat dari ameba pemakan otak

RadarBangkalan.id - Dalam sebuah kisah luar biasa yang penuh haru, seorang remaja bernama Afnan Jasim (14) berhasil selamat dari serangan ameba pemakan otak yang mematikan. Kejadian ini terjadi pada bulan Juni lalu setelah Afnan berenang di sebuah kolam renang di Negara Bagian Kerala. Ameba pemakan otak, yang dikenal sebagai Naegleria fowleri, telah menyebabkan banyak kasus kematian di seluruh dunia, namun Afnan adalah salah satu dari sedikit yang berhasil bertahan hidup.

Awal Mula Infeksi

Afnan mulai mengalami gejala yang mencemaskan beberapa hari setelah berenang. Ia merasakan sakit kepala hebat, demam tinggi, dan mual yang tak kunjung hilang. Kekhawatiran orang tuanya membuat mereka segera membawa Afnan ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Diagnosis yang Mengejutkan

Setelah melakukan serangkaian tes, dokter yang menangani Afnan mendiagnosis bahwa ia terinfeksi oleh Naegleria fowleri. Dokter menjelaskan bahwa ameba ini kemungkinan masuk ke tubuh Afnan melalui air kolam renang yang terkontaminasi. Naegleria fowleri menyebabkan Meningoensefalitis Ameba Primer (PAM), sebuah penyakit yang menyerang otak dan memiliki angka kematian sebesar 97%.

Statistik yang Mengkhawatirkan

Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), antara tahun 1971 dan 2023, hanya ada delapan orang yang selamat dari PAM di seluruh dunia. Mereka berasal dari empat negara: Australia, Amerika Serikat, Meksiko, dan Pakistan. Angka ini menunjukkan betapa langka dan berbahayanya infeksi ini.

Perjuangan Hidup dan Pengobatan

Tim medis di Kerala segera mengambil tindakan agresif untuk menyelamatkan nyawa Afnan. Ia dipindahkan ke unit perawatan intensif dan diberikan kombinasi obat-obatan antimikroba yang kuat. Dokter juga melakukan prosedur untuk mengurangi pembengkakan di otaknya. Perawatan ini sangat kompleks dan membutuhkan dedikasi serta keahlian tinggi dari tim medis.

Dukungan dari Keluarga dan Komunitas

Selama masa perawatan, keluarga Afnan selalu berada di sisinya, memberikan dukungan moral dan spiritual yang sangat dibutuhkan. Teman-teman dan tetangga mereka juga ikut memberikan semangat dengan mengadakan doa bersama dan mengumpulkan dana untuk biaya pengobatan.

Pemulihan yang Luar Biasa

Setelah berminggu-minggu dalam kondisi kritis, Afnan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Gejalanya perlahan berkurang dan kondisi kesehatannya semakin membaik. Dalam beberapa bulan, Afnan berhasil pulih sepenuhnya dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Komentar Dokter

Dr. Sameer Mehta, salah satu dokter yang merawat Afnan, menyatakan bahwa kesembuhan Afnan adalah sebuah keajaiban medis. "Kasus ini sangat langka dan sering kali berakhir dengan tragis. Kesembuhan Afnan adalah hasil dari kerja keras tim medis dan semangat juang yang luar biasa dari pasien serta keluarganya," ujar Dr. Mehta.

Pesan Inspiratif dari Afnan

Afnan sendiri merasa sangat bersyukur atas kesembuhannya. "Saya merasa sangat beruntung bisa mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup. Saya berharap cerita saya bisa memberikan harapan bagi orang lain yang menghadapi situasi sulit," kata Afnan.

Penutup

Kisah Afnan Jasim adalah bukti nyata bahwa dengan dukungan keluarga, ketekunan tim medis, dan semangat juang yang kuat, keajaiban bisa terjadi. Infeksi ameba pemakan otak mungkin langka dan mematikan, tetapi cerita ini menunjukkan bahwa harapan selalu ada, bahkan dalam situasi yang paling gelap sekalipun.

Tinjau: finishing jembatan penghubung desa Kalidawir dalam waktu dekat akan diresmikan.
Tinjau: finishing jembatan penghubung desa Kalidawir dalam waktu dekat akan diresmikan.
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Azril Arham
#selamat dari maut #Afnan Jasim #ameba primer