News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Hacker Berulah ! 98 Akun Bisnis Hotel di Jawa Timur Diretas

Azril Arham • Selasa, 13 Agustus 2024 | 23:51 WIB

 

Ilustrasi Hacker (freepik)
Ilustrasi Hacker (freepik)

RadarBangkalan.id - Sebanyak 98 akun bisnis hotel di Jawa Timur menjadi korban peretasan oleh hacker yang kini sedang marak terjadi.

Kejadian ini dilaporkan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur ke Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.

Peretasan ini tidak hanya menyerang satu wilayah, tetapi meliputi hotel-hotel di berbagai daerah seperti Surabaya Raya, Malang, Jember, dan sejumlah wilayah lain di Jawa Timur.

"Ada 98 hotel di seluruh Jawa Timur yang mengalami peretasan tersebut," ungkap Ketua PHRI Jawa Timur, Dwi Cahyono dilansir dari detikJatim pada Selasa (13/8/2024).

Peretasan ini sangat merugikan industri perhotelan, karena tidak hanya merusak reputasi hotel-hotel yang terkena dampak, tetapi juga menyebabkan kerugian finansial bagi masyarakat yang melakukan transaksi.

 

Dwi Cahyono menjelaskan bahwa peretasan ini sangat merugikan masyarakat yang telah melakukan transaksi melalui akun Google Business hotel-hotel yang telah diretas.

Transaksi yang seharusnya masuk ke rekening resmi hotel, kini malah masuk ke rekening pribadi para peretas.

Selain kerugian finansial, reputasi hotel juga tercoreng karena dianggap tidak dapat menjaga keamanan data transaksi pelanggan.

"Kami sudah menyampaikan informasi kepada seluruh hotel yang menjadi korban peretasan ini untuk segera memberitahukan kepada publik mengenai insiden ini. Selain itu, kami juga meminta mereka untuk memberikan nomor telepon resmi yang dapat diakses oleh masyarakat untuk menghindari kerugian lebih lanjut," tambahnya.

Selama masalah peretasan ini masih dalam proses penanganan oleh pihak berwenang, Dwi Cahyono mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi.

Ia menyarankan agar masyarakat untuk sementara waktu menghindari penggunaan Google Business sebagai metode pemesanan kamar atau layanan hotel hingga masalah ini benar-benar terselesaikan.

"Masyarakat sementara jangan menggunakan metode transaksi lewat Google Business sampai masalah ini benar-benar teratasi," imbau Dwi.

PHRI Jawa Timur telah melaporkan kasus peretasan ini kepada pihak Polda Jawa Timur pada Senin (13/8/2024).

Laporan ini dibuat setelah selama tiga hari terakhir, akun bisnis sejumlah hotel mengalami peretasan yang meresahkan.

"Kami mewakili hotel-hotel yang terdampak untuk melaporkan peristiwa peretasan ini. Di Jawa Timur, insiden ini telah terjadi selama sekitar tiga hari. Maka dari itu, kami dari PHRI Jawa Timur sudah membuat laporan ke Polda Jawa Timur pada Senin (12/8) agar segera ditindaklanjuti," tegas Dwi Cahyono.

Modus peretasan yang dilakukan oleh para hacker ini terbilang canggih dan sistematis. Mereka menyasar akun bisnis resmi milik hotel-hotel yang terdaftar di Google.

Setelah berhasil meretas, para hacker kemudian mengubah nomor telepon resmi hotel dan rekening perusahaan menjadi milik mereka sendiri, sehingga transaksi yang dilakukan oleh pelanggan otomatis masuk ke dalam rekening para peretas.

"Ketika kita membuka Google dan mengakses akun bisnis resmi hotel terkait, kita akan melihat informasi yang sudah diubah oleh para peretas. Mereka mengganti nomor telepon dan rekening resmi hotel dengan milik mereka, sehingga mereka bisa mengambil alih semua transaksi yang masuk," pungkas Dwi. ***

Editor : Azril Arham
#hacker #hotel #jatim #bisnis hotel #jawa timur