Radarbangkalan.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa bencana gempa megathrust di Indonesia hanyalah masalah waktu.
Peringatan ini muncul setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang berasal dari zona megathrust terjadi di Nankai, Jepang, beberapa waktu lalu.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan bahwa gempa di Nankai telah meningkatkan kekhawatiran para ilmuwan di Jepang mengenai potensi gempa megathrust yang lebih besar di masa depan.
Menurutnya, gempa-gempa besar di zona Megathrust Nankai hampir selalu memicu tsunami.
Zona ini dikenal sangat aktif dan berpotensi memicu gempa dahsyat dengan magnitudo M8,0 atau lebih besar, yang biasanya terjadi setiap satu atau dua abad.
Daryono menegaskan bahwa jika gempa megathrust besar terjadi di Jepang, ada kemungkinan besar tsunami akan terjadi, namun kekhawatiran ini tidak hanya dirasakan di Jepang saja.
Daryono menjelaskan bahwa kekhawatiran para ilmuwan Jepang terhadap Megathrust Nankai juga dirasakan oleh ilmuwan Indonesia, khususnya terkait potensi gempa di Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut.
Kedua segmen ini dianggap hanya "tinggal menunggu waktu" karena sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar.
Dengan latar belakang sejarah dan aktivitas seismik di kedua wilayah tersebut, BMKG memperingatkan bahwa masyarakat Indonesia harus waspada dan siap terhadap kemungkinan terjadinya gempa megathrust.
Upaya mitigasi bencana dan edukasi masyarakat menjadi kunci penting dalam menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja. ***
Editor : Ajiv Ibrohim