News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Lonjakan Kunjungan Wisata Pascapandemi, Kunjungan Pariwisata Ikut Melonjak

Ajiv Ibrohim • Rabu, 21 Agustus 2024 | 02:06 WIB
APIK: Desa Wisata Cipta Karya kini menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. (KEMENPAREKRAF)
APIK: Desa Wisata Cipta Karya kini menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. (KEMENPAREKRAF)

Radarbangkalan.id - Pascapandemi Covid-19, pariwisata di Indonesia mengalami peningkatan signifikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2023, jumlah kunjungan wisatawan Nusantara mencapai 825,4 juta.

Angka ini menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 734 juta kunjungan.

Salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap peningkatan ini adalah pertumbuhan desa wisata.

Persebaran wisatawan di berbagai destinasi wisata di seluruh Indonesia juga ikut terdorong berkat perkembangan desa-desa wisata ini.

Sebagai contoh, Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang mencatatkan kontribusi terbesar dalam pergerakan wisatawan Nusantara sepanjang tahun 2023.

Provinsi ini menyumbang sekitar 24,98 persen dari total kunjungan wisatawan.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi), Andi Yuwono, pencapaian ini tidak terlepas dari perkembangan desa-desa wisata di wilayah tersebut.

Desa wisata memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama dengan beragam daya tarik yang mereka tawarkan.

Dari atraksi alam, keunikan budaya, hingga berbagai potensi lokal lainnya, desa-desa wisata mampu menarik perhatian wisatawan dengan keunggulan mereka yang khas.

Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan penuh bagi setiap desa untuk mengembangkan potensi pariwisata mereka masing-masing.

Hasilnya sudah mulai terlihat dengan semakin banyaknya desa wisata yang tidak hanya mampu menarik pengunjung, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.

Kesuksesan desa wisata ini tidak hanya didasarkan pada kekayaan alam yang dimiliki, tetapi juga pada kreativitas dalam memanfaatkan semua potensi yang ada.

"Jika dikaji lebih dalam, desa-desa tersebut berhasil karena tidak hanya bermodal kekayaan alam, tetapi juga memiliki kreasi yang inovatif dalam pengelolaan potensi lokal," ungkap Andi Yuwono.

Kunci utama untuk memastikan desa wisata terus berkembang adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Di sinilah peran penting pendampingan dan fasilitasi dari pemerintah sangat diperlukan.

Dengan pendampingan yang tepat, masyarakat desa dapat secara bertahap mengelola potensi wisata yang mereka miliki, sehingga pada akhirnya dapat mencapai kemandirian dan keberlanjutan dalam pengelolaan pariwisata.

Melalui dukungan yang berkelanjutan, diharapkan desa wisata di Indonesia akan terus berkembang, memberikan dampak positif bagi pertumbuhan pariwisata nasional serta kesejahteraan masyarakat lokal. ***

Warga melintas disamping sarana prasarana penanggulangan kebakaran di Kampung kadipaten Wetan, Ktraton, Jogja, Selasa (20/8).
Warga melintas disamping sarana prasarana penanggulangan kebakaran di Kampung kadipaten Wetan, Ktraton, Jogja, Selasa (20/8).
Editor : Ajiv Ibrohim
#kunjungan #wisata #pariwisata #destinasi wisata #pascapandemi