Radarbangkalan.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa potensi terjadinya gempa megathrust di Indonesia hanya tinggal menunggu waktu.
Pernyataan ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan terhadap bencana alam.
Menanggapi hal ini, Komisi IV DPR mendesak Pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi dan antisipasi.
Anggota Komisi IV DPR, Daniel Johan, mengungkapkan pentingnya mitigasi bencana yang dilakukan lebih awal agar masyarakat lebih waspada dan memahami cara penanggulangan yang tepat.Baca Juga: Kondisi Terkini Pengamanan Aksi di Gedung DPR/MPR RI: 2.013 Personel Gabungan Dikerahkan
"Indonesia memang salah satu negara yang rawan bencana alam, sehingga kita perlu melakukan mitigasi lebih awal agar masyarakat lebih waspada dan memahami cara penanggulangannya. Kita harus siap menghadapi segala kemungkinan dan memastikan bahwa masyarakat kita terlindungi," kata Daniel Johan pada Rabu (21/8).
Daniel juga menekankan bahwa informasi dari BMKG mengenai potensi gempa megathrust harus mendapat perhatian serius dari Pemerintah.
Ia mengingatkan bahwa informasi ini tidak boleh dianggap sepele, mengingat dampaknya yang bisa menimbulkan keresahan di masyarakat.
"Meskipun ini bukan peringatan bahwa gempa megathrust akan terjadi dalam waktu dekat, namun masyarakat perlu diberikan edukasi dan sosialisasi sedini mungkin," lanjut Daniel.
Sebagai wakil dari dapil Kalimantan Barat I, Daniel menegaskan bahwa Pemerintah perlu belajar dari pengalaman bencana Tsunami Aceh pada tahun 2004, yang menelan banyak korban jiwa.
Oleh karena itu, diperlukan mitigasi yang komprehensif dan berkelanjutan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terburuk.
"Pemerintah agar memberikan penjelasan secara mendetail kepada masyarakat tentang potensi gempa megathrust ini. Agar tidak terjadi simpang siur informasi yang akan membuat masyarakat lebih resah," ucap Daniel.
BMKG mengidentifikasi 13 zona megathrust di Indonesia, mulai dari megathrust Aceh-Andaman di barat hingga zona megathrust Papua di utara.
Salah satu zona yang menjadi perhatian adalah megathrust Mentawai-Siberut.
Diperkirakan kekuatan potensi gempa megathrust ini lebih tinggi dibandingkan dengan gempa yang melanda Aceh pada tahun 2004.
Sebagai langkah antisipasi, Daniel mendorong Pemerintah untuk segera melakukan upaya penanggulangan bencana.
Selain mitigasi, persiapan dari sisi infrastruktur hingga prosedur evakuasi bencana juga sangat penting.
"Kita tidak ingin karena kurangnya persiapan nantinya akan merugikan masyarakat," pungkas Daniel. ***
Editor : Ajiv Ibrohim