Radarbangkalan.id - Seremonial pembukaan Paralimpiade 2024 di Paris berlangsung dengan sangat meriah dan spektakuler,
menandai momen bersejarah sebagai pertama kalinya acara tersebut diadakan di luar stadion. Upacara pembukaan ini,
yang disebut oleh Presiden Komite Paralimpiade Internasional Andrew Parsons sebagai "upacara tradisional di tempat non-tradisional", dilaksanakan pada 28 Agustus.
Place de la Concorde dan Champs-Elysees yang ikonik di Paris menjadi latar belakang bagi para atlet dari seluruh dunia yang berpartisipasi dalam Parade of Nations.
Ini adalah kali pertama dalam sejarah Paralimpiade, di mana upacara pembukaan diadakan di luar stadion, menjadikan pengalaman ini sangat unik dan berkesan.
Beragam acara dan pertunjukan memeriahkan seremonial ini, termasuk pertunjukan kejutan dan tarian yang memukau,
dengan melibatkan puluhan penari penyandang disabilitas. Sekitar 50.000 penonton hadir untuk menyaksikan momen bersejarah ini.
Merayakan Olahraga Paralimpiade di Kota Cahaya
Sebanyak 4.400 atlet dari 168 delegasi ikut ambil bagian dalam Paralimpiade kali ini, termasuk tiga Komite Paralimpiade Nasional (NPC) dari Eritrea, Kiribati, dan Kosovo yang akan melakukan debut mereka di ibukota Prancis.
"Kota cinta akan membuat jantung setiap Paralimpiade berdebar kencang," kata pemain bola basket kursi roda asal Belanda, Jitske Visser.
"Sungguh momen yang luar biasa bagi para atlet kami, yang akan menjadi bagian dari Upacara Pembukaan bersejarah di jalan paling terkenal di dunia, dikelilingi oleh pesona Paris.
Olimpiade Paris 2024 akan menjadi pertunjukan luar biasa untuk merayakan olahraga Paralimpiade di mata seluruh dunia."
Upacara pembukaan ini menandai dimulainya 11 hari kompetisi, dengan 549 perebutan medali di 22 cabang olahraga Paralimpiade.
Tim Paralimpiade Pengungsi (RPT) menjadi tim pertama yang berbaris dalam upacara pembukaan. Dipimpin oleh pembawa bendera Guillaume Junior Atangana,
RPT akan menampilkan delapan atlet yang akan bertanding di enam cabang olahraga, yaitu Para atletik, Para powerlifting, Para tenis meja, Para taekwondo, Para triathlon, dan anggar kursi roda.
Prancis, sebagai negara tuan rumah, menjadi delegasi terakhir dalam Parade Bangsa-Bangsa. Sprinter Nantenin Keita dan atlet triatlon Para Alexis Hanquinquant membawa bendera Prancis,
dengan harapan menampilkan performa terbaik di hadapan penonton tuan rumah. "Saya telah menjadi peraih medali,
saya telah menjadi seorang atlet, dan saya telah menemukan setiap bagian dari olahraga ini," kata Keita,
mengutip dari situs paralympic.org, Kamis (28/8/2024). Ia menambahkan, "sekarang saya akan membawa bendera Prancis.
Jadi karier saya benar-benar lengkap. Ini Paralimpiade pertama di Prancis, jadi saya akan selalu menjadi orang pertama yang membawa bendera."
Cameron Leslie, yang dinobatkan sebagai pembawa bendera Selandia Baru, akan berkompetisi di Paralimpiade keempatnya.
Atlet ganda dalam rugby kursi roda dan renang Para ini akan berkompetisi di kolam renang di Paris pada usia 34 tahun.
Indonesia juga turut berpartisipasi dalam Paralimpiade Paris 2024 dengan mengirimkan sebanyak 35 atlet, meningkat dari 23 atlet pada Paralimpiade sebelumnya.
Para atlet ini akan berlaga dalam 10 cabang olahraga, termasuk bulu tangkis, atletik, boccia, renang, hingga angkat berat.
Paralimpiade adalah ajang olahraga internasional bagi atlet penyandang disabilitas. Sebelum dikirim untuk bertanding,
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Indonesia telah melakukan pengecekan fisik dan mental para atlet.