RadarBangkalan.id - Pernah dengar istilah kolesterol jahat? Itu adalah kolesterol low density lipoprotein (LDL) yang sering dihubungkan dengan berbagai masalah kesehatan kalau kadarnya terlalu tinggi dalam tubuh.
Kolesterol tinggi bisa menyebabkan penumpukan lemak di dinding arteri, yang akhirnya mempersempit arteri dan mengurangi aliran darah ke jantung. Nah, salah satu gejala yang bisa muncul adalah nyeri dada.
Berdasarkan informasi dari Medical News Today, kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko angina, yaitu nyeri dada yang disebabkan oleh kurangnya oksigen dalam darah yang mengalir ke jantung.
Kolesterol bisa bergabung dengan zat lain di dalam darah dan membentuk plak atau timbunan lemak di arteri.
Plak ini membuat arteri menyempit, yang mengurangi aliran darah ke jantung. Akibatnya, jantung tidak mendapatkan cukup oksigen dan bisa menyebabkan nyeri dada atau rasa tidak nyaman di area dada.
Menurut American Heart Association (AHA), nyeri dada ini bisa terasa seperti terjepit atau ditekan.
Selain nyeri di dada, kamu juga mungkin merasakan ketidaknyamanan di area sekitar dada seperti bahu, lengan, perut, punggung, leher, dan rahang.
Tapi, nyeri dada bukan satu-satunya gejala kolesterol tinggi. Ada beberapa tanda lain yang perlu diwaspadai, seperti:
1. Xantoma : Ini adalah benjolan atau lesi pada kulit yang muncul akibat timbunan lemak di bawah kulit, biasanya di area persendian, siku, lutut, bokong, kaki, atau tangan.
2. Arkus Kornea : Cincin putih keabu-abuan yang muncul di sekitar iris mata.
3. Kelelahan atau Sesak Napas : Ini bisa terjadi jika jantung tidak mendapatkan cukup oksigen.
Kalau kamu mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Menjaga kadar kolesterol tetap normal sangat penting untuk kesehatan jantungmu! ***