RadarBangkalan.id - Gula itu ada di mana-mana, guys! Secara alami, gula bisa ditemukan dalam berbagai makanan yang mengandung karbohidrat, seperti buah-buahan dan sayuran.
Mengonsumsi makanan utuh yang mengandung gula alami ini sebenarnya baik untuk tubuh, karena dicerna dengan lambat.
Namun, masalahnya muncul saat kita mengonsumsi terlalu banyak gula tambahan.
Nah, gula tambahan ini adalah gula yang ditambahkan ke makanan untuk bikin rasanya makin enak atau supaya makanan tahan lama.
Contohnya, makanan manis seperti kue, permen, minuman manis, dan banyak makanan olahan lainnya seringkali mengandung gula tambahan.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI merekomendasikan agar orang dewasa membatasi asupan gula hingga maksimal 50 gram atau sekitar 4 sendok makan per hari.
Kalau kebanyakan, gula yang seharusnya jadi sumber energi bisa jadi sumber masalah kesehatan, loh!
Mengonsumsi terlalu banyak gula bisa bikin kita mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, kerusakan gigi, dan kolesterol tinggi.
Makanya, penting banget untuk tahu tanda-tanda kelebihan gula. Dokter spesialis dermatologi dan gizi, dr. Lela Ahlemann, berbagi informasi penting tentang lima tanda yang menandakan seseorang kelebihan gula. Yuk, simak!
1. Kenaikan Berat Badan dan Rasa Lapar Terus-Menerus
Gula mengandung banyak kalori, jadi kalau kita kebanyakan konsumsi, bisa cepat gemuk.
Tapi, bukan itu saja, lho! Gula juga bikin kita merasa lapar terus-menerus. Menurut dr. Ahlemann, gula meningkatkan kadar glukosa darah dalam jangka pendek, tetapi tidak membuat kita kenyang karena kurangnya serat.
Akibatnya, kita cenderung makan lebih banyak dari yang dibutuhkan, dan voila, berat badan pun naik!
2. Muncul Jerawat
Siapa sangka, konsumsi gula bisa bikin jerawatan? dr. Ahlemann menjelaskan, konsumsi gula dapat meningkatkan kadar hormon yang disebut IGF-1 (Insulin-like Growth Factor 1).
Hormon ini, bareng insulin, bisa memicu kelenjar sebasea kita berproduksi berlebihan dan menyebabkan penyumbatan, yang berujung pada jerawat dan peradangan.
3. Perubahan Suasana Hati
Gula bisa bikin kadar glukosa kita melambung tinggi dan kemudian turun drastis. dr. Ahlemann menyebutkan bahwa lonjakan ini bisa menyebabkan hipoglikemia, yang bikin kita pengen makan terus.
Beberapa orang juga mengalami perubahan suasana hati yang drastis dan mudah marah. Jadi, hati-hati ya!
4. Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah
Sering sakit bisa jadi pertanda kita terlalu banyak konsumsi gula. Gula diserap tubuh lewat usus halus, tapi kalau jumlahnya berlebihan, gula bisa sampai ke usus besar.
Di sana, bakteri akan mengkonsumsi gula dan menghasilkan endotoksin yang bisa memasuki aliran darah kita.
Ini bisa menyebabkan peradangan, mempercepat penuaan, dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.
5. Penuaan Dini
Nah, ini yang harus kita waspadai. dr. Ahlemann menyebutkan bahwa asupan gula yang tinggi bisa memicu terbentuknya produk akhir glikasi lanjut (AGEs), yang merusak serat kolagen kita.
Jika terlalu banyak AGE, serat kolagen menjadi kaku dan rapuh, bikin kita terlihat lebih tua. Dan tubuh juga jadi lebih susah memperbaiki diri sendiri.
Jadi, yuk mulai lebih perhatian terhadap asupan gula kita! Jangan sampai tubuh kita mengalami efek negatif dari konsumsi gula yang berlebihan.
Jaga pola makan dan pilih makanan sehat agar tetap bugar dan energik! ***
Editor : Azril Arham